Kabut Asap Karhutla Selimuti Langit Waesama Buru Selatan, Warga Pakai Masker dan Batasi Laju Kendaraan

Penulis: Yasir  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:31:32 WIB
Kabut asap karhutla menyelimuti langit Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan.

NAMROLE — Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti langit Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku. Kondisi itu membuat jarak pandang menurun drastis sehingga pemandangan di wilayah tersebut terlihat kabur.

Informasi tersebut diterima melalui pesan WhatsApp dari Binuri Latuwael, warga Desa Hote, Kecamatan Waesama. Ia menyebut kabut asap berasal dari kebakaran hutan di kawasan yang oleh warga setempat disebut Kilo Tiga atau Istebu.

Jarak Pandang Memburuk, Pemandangan Tampak Kabur

Binuri menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Waesama membuat pemandangan di sekitar permukiman terlihat blur. Kabut itu tidak hanya mengganggu pandangan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas harian warga.

Warga kini harus memakai masker setiap kali beraktivitas di luar rumah. Langkah itu diambil untuk mengurangi paparan asap yang diduga mengandung partikel sisa pembakaran.

Selain soal kesehatan, warga juga membatasi laju kendaraan saat melintas. Pembatasan kecepatan dilakukan guna menghindari kecelakaan akibat jarak pandang yang pendek.

Warga Desa Hote Pilih Masker dan Kurangi Kecepatan

Menurut Binuri, kebakaran hutan di kawasan Istebu menjadi sumber asap yang terbawa ke permukiman. Wilayah Waesama sendiri berada di Kabupaten Buru Selatan, provinsi yang secara administratif berbeda dari Maluku Utara.

Kondisi cuaca di Waesama disebut sebagai bagian dari dampak karhutla yang tidak hanya melanda Maluku Utara, tetapi juga merambah wilayah Provinsi Maluku.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bursel mengenai langkah penanggulangan kabut asap.

BPBD Buru Selatan Belum Beri Konfirmasi Resmi

Ketiadaan konfirmasi resmi membuat warga mengandalkan informasi antarsesama melalui pesan singkat. Binuri menjadi salah satu warga yang menyampaikan kondisi terkini di lapangan.

Belum diketahui berapa luas lahan yang terbakar maupun berapa jumlah warga yang terdampak langsung. Pemerintah daerah belum merilis data terkait titik api maupun kualitas udara di Waesama.

Warga berharap ada penanganan cepat agar kabut asap tidak berlangsung lama. Mereka juga menunggu imbauan resmi soal penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruang.

Reporter: Yasir
Sumber: istanafm.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top