HALBAR — Kepala BPBD Halmahera Barat Wawan Gunawan M.T. Ali menyatakan pembagian masker ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan warga di tengah kondisi udara yang menurun akibat asap karhutla. Menurutnya, kelompok rentan menjadi prioritas utama penerima masker.
"Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian bersama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan," ujar Wawan kepada media, Senin 12 Oktober 2026.
Mengapa Kualitas Udara Halmahera Barat Menurun
Kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah titik di Halmahera Barat menjadi penyebab utama memburuknya kualitas udara. Asap yang menyebar ke permukiman warga memicu risiko gangguan pernapasan, terutama bagi mereka yang tinggal di area terdekat dengan lokasi kebakaran.
BPBD menilai paparan asap berkepanjangan bisa memicu sesak napas, batuk, hingga iritasi mata. Pembagian 5.000 masker diharapkan menekan risiko tersebut sekaligus mendorong warga lebih waspada.
Imbauan bagi Warga Selama Asap Karhutla Berlangsung
Wawan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta menjaga kesehatan selama kondisi ini berlangsung," tuturnya.
Selain memakai masker, warga yang mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata diminta segera mencari pertolongan medis. Langkah cepat ini penting agar gangguan pernapasan tidak berkembang lebih serius.
Peran Warga Laporkan Titik Kebakaran Baru
BPBD Halmahera Barat berharap pembagian masker meningkatkan perlindungan warga dari paparan asap. Kesadaran bersama menjaga kesehatan dan keselamatan selama kualitas udara menurun menjadi kunci.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan kejadian kebakaran hutan maupun lahan di wilayah sekitarnya. Laporan cepat memungkinkan petugas melakukan penanganan sebelum api dan asap meluas ke permukiman.