HALMAHERA BARAT — Dinas Pangan Maluku Utara menyediakan 700 paket sembako dengan harga Rp50 ribu per paket dalam kegiatan yang dipusatkan di halaman MTsN Bobaneigo. Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe mengikuti pembukaan kegiatan secara daring dari pusat pembukaan nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta.
Penyaluran sembako murah menyasar warga sekitar Bobaneigo dengan komposisi paket yang sudah ditetapkan, yakni beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng Minyakita 2 liter. Harga Rp50 ribu per paket jauh di bawah harga pasar untuk komoditas serupa.
"Dinas Pangan Maluku Utara menyediakan 700 paket sembako dengan harga Rp50 ribu per paket. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng Minyakita 2 liter," jelas Sarbin.
Gerakan Pangan Murah Serentak 2026 tidak sekadar menjual sembako murah. Program ini dirancang menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, melindungi daya beli masyarakat, sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah di Maluku Utara.
Menurut Sarbin, Pemprov Maluku Utara terus mendorong program yang dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Akses pangan yang terbuka dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan dan harga di wilayah kepulauan.
"Melalui Gerakan Pangan Murah Serentak 2026, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap bahan pangan semakin terbuka, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di Maluku Utara," katanya.
Informasi kegiatan menyebar cepat di kalangan warga. Aminah, salah seorang warga penerima, mengaku mengetahui penyaluran sembako murah dari selebaran yang dibagikan di grup WhatsApp.
Bagi Aminah, paket Rp50 ribu dengan isi beras, Minyakita, dan gula pasir cukup membantu memenuhi kebutuhan dapur. Harga bahan pokok yang kerap naik menjelang akhir tahun membuat sembako murah menjadi pilihan yang dinanti warga.
"Paket Rp50 ribu, beras, Minyakita, dan gula pasir, alhamdulillah," ujar Aminah.
Kegiatan di Halmahera Barat berjalan bersamaan dengan pembukaan tingkat nasional yang dipusatkan di Makassar dan DKI Jakarta. Pemprov Maluku Utara mengikuti rangkaian pembukaan secara daring sebelum penyaluran paket dilakukan di lokasi.
Momentum Hari Pangan Sedunia ke-46 dipakai pemerintah daerah untuk menekankan pentingnya akses pangan yang merata, terutama di daerah kepulauan yang kerap menghadapi kendala distribusi. Stabilitas pasokan menjadi pekerjaan rumah yang harus dijaga setelah kegiatan serentak berakhir.