TIDORE — Kunjungan Sherly Laos ke SMAN 1 Tidore Kepulauan disambut Wali Kota Muhammad Sinen, Sekretaris Kota, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah, jajaran OPD, guru, serta siswa. Usai upacara, gubernur membuka sesi dialog untuk menyerap aspirasi pelajar.
Sherly mengajak generasi muda memaknai Sumpah Pemuda dengan meningkatkan semangat belajar dan memanfaatkan kesempatan pendidikan yang tersedia. Ia lalu mempersilakan siswa menyampaikan apa yang dinilai sudah baik dan apa yang masih perlu dibenahi.
"Apa yang sudah bagus, apa yang belum bagus, apa yang kalian inginkan? Silakan sampaikan," kata Sherly di hadapan para siswa.
Ketua OSIS SMAN 1 Tidore Kepulauan sekaligus Ketua Panitia HSP, Qadri Syahri Rahman, menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi siswa. Salah satunya soal penggunaan ruang kelas.
Menurut Qadri, siswa terpaksa menjalani sekolah siang selama tiga bulan terakhir karena ruang kelas di lantai dua belum difungsikan, padahal renovasi gedung telah rampung. Siswa juga mengeluhkan proyektor atau infokus yang sudah usang dan berharap fasilitas pembelajaran diperbarui.
Selain fasilitas, para siswa meminta dukungan sekolah untuk kegiatan pengembangan minat dan bakat, termasuk kompetisi akademik, debat, dan olahraga. Mereka juga mempertanyakan peluang beasiswa dari Pemprov Maluku Utara bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Menanggapi persoalan gedung, Sherly menginstruksikan pihak sekolah segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengurus Berita Acara Serah Terima (BAST). Langkah administratif itu diperlukan agar gedung yang telah selesai direnovasi dapat segera digunakan.
Sherly juga meminta sekolah mengoptimalkan pemanfaatan anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang disebut mencapai sekitar Rp2 miliar per tahun. Menurutnya, anggaran tersebut perlu dipakai untuk memenuhi kebutuhan fasilitas belajar seperti proyektor, kipas angin, dan lampu di setiap ruang kelas.
Dalam kesempatan itu, Sherly mengapresiasi kemandirian siswa yang mampu menggalang dana kegiatan hingga Rp37 juta. Ia berharap sekolah turut memberikan dukungan melalui alokasi anggaran khusus untuk kegiatan pengembangan potensi siswa setiap tahun.
Soal akses pendidikan tinggi, Sherly menjelaskan Pemprov Maluku Utara menyediakan kuota beasiswa bagi 1.000 anak setiap tahun melalui kerja sama dengan 27 perguruan tinggi berakreditasi B di Maluku Utara. Pendaftaran dilakukan melalui pihak sekolah sesuai mekanisme dan persyaratan yang berlaku.
Tersedia pula jalur afirmasi melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan. Pemprov Maluku Utara juga merencanakan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Khusus beasiswa ke luar negeri, Sherly menyatakan pemerintah provinsi belum mengalokasikan anggaran khusus. Karena itu, ia mendorong siswa aktif mencari informasi melalui kanal resmi penyedia beasiswa, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yayasan pendidikan, dan kedutaan besar negara sahabat.
Sherly juga meminta pihak sekolah membuat serta menyosialisasikan tautan pengaduan fasilitas. Lewat mekanisme itu, siswa dapat melaporkan kerusakan sarana dan prasarana, termasuk lapangan, pagar, dan fasilitas ruang kelas, agar dapat diinventarisasi dan ditindaklanjuti.
Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Sekolah diminta menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar serta mengembangkan diri, termasuk menjaga kesehatan mental mereka.
Berbagai kompetisi, baik akademik maupun nonakademik, dinilai penting untuk meningkatkan motivasi belajar sekaligus membantu siswa menemukan dan mengasah bakat. Aspirasi yang disampaikan dalam dialog pada peringatan HSP ke-98 itu diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan pemerintah dalam memperbaiki kualitas fasilitas pendidikan, memperluas akses beasiswa, serta mendukung pengembangan potensi generasi muda Maluku Utara.