MALUKU UTARA — Nikita Willy menyoroti satu hal yang sering luput dalam pengasuhan sehari-hari, yakni kehadiran emosional orangtua, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik. Lewat pengalamannya sebagai ibu dua anak, ia berbagi pandangan soal quality time, tantangan ayah pekerja, hingga festival keluarga yang digelar 11–13 Desember 2026 di Tangerang.
Nikita Willy menilai hubungan orangtua dan anak membutuhkan perhatian yang lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesibukan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi ayah dan ibu untuk membangun kedekatan dengan buah hati.
Pandangan itu ia sampaikan dalam keterangan kepada Lifestyle Liputan6.com, Kamis, 29 Oktober 2026. Suami Nikita, Indra Priawan, ikut menyoroti sisi lain pengasuhan yang jarang dibahas: posisi ayah pekerja.
Banyak ibu merasa waktu bersama anak baru terasa bermakna kalau ada liburan atau acara besar. Nikita membalik anggapan itu. Menurutnya, kegiatan sehari-hari sudah bisa menjadi bagian dari waktu berkualitas keluarga tanpa biaya besar.
"Quality time bersama keluarga sangat penting dan tidak harus diwujudkan melalui kegiatan besar atau perjalanan liburan ke suatu tempat," katanya.
Ia mengingatkan orangtua tidak perlu menunggu momen khusus untuk menciptakan kenangan bersama anak. Rutinitas sederhana di rumah pun bisa jadi ruang membangun kedekatan.
Ada satu hal yang kerap luput ketika ayah dan ibu menjalankan rutinitas bersama anak. Nikita menyebut kehadiran fisik saja belum tentu terasa oleh anak.
"Sebagai orangtua, kita perlu hadir bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional," tuturnya.
Baginya, kehadiran emosional inilah yang menopang tumbuh kembang anak. Anak perlu merasa diperhatikan, bukan hanya ditemani secara fisik sambil orangtua sibuk dengan layar atau pekerjaan.
Indra Priawan menilai pembahasan parenting selama ini lebih banyak menyoroti kebutuhan ibu. Perspektif ayah, katanya, belum banyak mendapat perhatian.
Ia menggambarkan keseharian ayah pekerja dengan rutinitas kantor. "Kita melihat sebagai ayah yang berada di Jakarta yang bekerja kebanyakan nine to five. Akibatnya, waktu untuk melakukan aktivitas bersama anak pun menjadi terbatas," katanya.
Keterbatasan waktu itu mendorong lahirnya Dad's Corner sebagai ruang khusus bagi ayah dan anak. "Dengan adanya Dad's Corner, kami berharap ayah dan anak bisa memiliki ruang untuk membangun kedekatan," tambah Indra.
Gagasan festival keluarga ini berawal dari pengalaman Nikita mendengar berbagai keluhan para ibu melalui podcast Mom's Corner. Ia melihat acara publik yang tersedia selama ini lebih banyak menyasar pengunjung dewasa.
"Jika diperhatikan, saat ini banyak acara yang ditujukan khusus untuk orang dewasa, mulai dari kegiatan olahraga, konser musik, hingga bazar," ujarnya.
Pengamatan itu mendorong Nikita dan Indra merancang acara yang menjadikan aktivitas anak sebagai fokus utama, tapi tetap menyediakan kegiatan bermanfaat bagi ibu dan ayah.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui Mom's Corner FamFest x Mother & Beyond 2026, festival keluarga yang berlangsung pada 11–13 Desember 2026 di Tangerang. Pemilihan tanggal itu mempertimbangkan masa libur sekolah agar keluarga bisa memanfaatkan waktu liburan.
Mom's Corner diisi talkshow, live podcast, sesi bersama para ahli dan figur ibu, serta workshop dan kelas seputar pengasuhan. Dad's Corner menyediakan father-and-kids challenge games, obstacle course, dan barbershop experience.
Kid's Corner melengkapi dengan playground, permainan interaktif, sensory play, little constructor area, mini zoo, dan train station area. Ada pula kompetisi dan aktivitas yang bisa diikuti bersama keluarga.
Family Market by MB Fair menghadirkan produk bayi dan anak, kesehatan dan nutrisi, kebutuhan parenting, produk lifestyle, sekolah, learning center, serta akademi olahraga dan seni. Pengunjung juga bisa menemukan pilihan makanan, minuman, dan hiburan.
Kehadiran emosional bukan soal berapa lama waktu bersama anak, tapi seberapa penuh perhatian saat waktu itu berlangsung. Anak yang merasa didengar dan diperhatikan akan lebih mudah membangun rasa aman.
Untuk ayah dengan jam kerja padat, membangun kedekatan bisa dimulai dari hal kecil: menemani anak sarapan, mendengarkan ceritanya sepulang kerja, atau ikut bermain tanpa memegang ponsel. Konsistensi lebih berarti daripada intensitas sesekali.
Jika anak menunjukkan perubahan perilaku seperti menarik diri, mudah marah, atau sulit tidur dalam waktu lama, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog anak untuk mendapat arahan yang sesuai.