MALUKU UTARA — San Bernardino County Fire Protection District resmi mengakuisisi lima drone pemadam kebakaran otonom dari Seneca Systems untuk mempercepat pemadaman api sebelum membesar. Satu pilot dapat mengawasi seluruh armada yang membawa lebih dari 500 galon foam pemadam, termasuk beroperasi di malam hari dan medan sulit. Armada ini ditargetkan mulai bertugas sebelum musim kebakaran 2027.
Seneca Systems menandatangani kontrak dengan San Bernardino County Fire Protection District untuk mengerahkan lima unit drone pemadam otonom, satu pangkalan operasi bergerak, dan perangkat lunak kemandirian yang memungkinkan respons cepat terhadap titik api yang baru terdeteksi. Wilayah San Bernardino merupakan county terluas di California sekaligus di Amerika Serikat berdasarkan luas daratan, sehingga cakupan pengawasan menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran San Bernardino County, Dan Munsey, menyebut sistem ini sebagai kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya dalam penanganan kebakaran hutan. Pihaknya mengaku telah bekerja sama dengan Seneca selama lebih dari satu tahun untuk mengembangkan sistem yang sesuai kebutuhan lapangan.
Kemampuan paling menonjol terletak pada kombinasi kemandirian dan sensor onboard. Satu petugas pemadam dapat mengarahkan lima unit sekaligus, sehingga kru lain bisa dialihkan untuk menangani insiden berbeda di waktu yang sama.
Sensor pada drone memungkinkan operasi sepanjang malam, sesuatu yang sulit dilakukan pesawat pemadam konvensional. Drone juga dirancang menjangkau medan terjal yang kerap menyulitkan tim darat, terutama di area dengan risiko kebakaran tinggi.
Menurut Munsey, kemampuan ini melipatgandakan kapasitas kerja petugas sekaligus menjaga keselamatan mereka di lapangan. Targetnya jelas: menghentikan 90 persen kebakaran sebelum api membesar melebihi 10 kaki persegi.
Nilai kontrak, harga per unit, dan skema sewa tidak diungkap dalam pengumuman resmi. Yang disebutkan hanya bahwa armada akan mulai beroperasi sebelum musim kebakaran 2027. San Bernardino menjadi salah satu contoh pertama penerapan drone bertenaga AI untuk mendukung operasi dinas pemadam kebakaran sipil.
Badan layanan darurat di Amerika Serikat sudah beberapa tahun memakai drone untuk menunjang operasi. Tren Drones-as-First-Responder (DFR) makin populer lewat pemain seperti BRINC dan Flock yang menawarkan unit untuk memangkas waktu respons panggilan 911.
Sejumlah negara bagian bahkan mengerahkan drone "Campus Guardian Angel" untuk membantu menetralisir pelaku penembakan di sekolah. Kehadiran Seneca menambah lapisan baru: drone yang tidak hanya memantau, tetapi langsung menjatuhkan muatan pemadam di titik api.
Bagi San Bernardino, nilai strategisnya terletak pada dua juta penduduk yang tersebar di wilayah luas dan rawan kebakaran sepanjang musim semi hingga awal gugur. Respons cepat sebelum api membesar jauh lebih murah dan aman dibanding pemadaman skala besar.
Armada drone otonom Seneca paling relevan bagi dinas pemadam di wilayah dengan medan sulit dan cakupan luas, bukan untuk kebutuhan rumah tangga. Publik Indonesia bisa memantau perkembangan teknologi serupa, mengingat tantangan kebakaran lahan di sejumlah daerah juga menuntut respons cepat di area yang sukar dijangkau.