MALUKU UTARA — Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) angkat bicara soal polemik pengasuhan anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang terus jadi tontonan publik. Lewat konferensi persnya, Ketua Umum Komnas PA Agustinus Sirait meminta kedua pihak mengesampingkan ego dan mengutamakan kepentingan terbaik buah hati.
Agustinus Sirait menegaskan bahwa kepentingan terbaik anak harus berada di atas kepentingan orang tua. Menurutnya, anak-anak tidak boleh menjadi korban dari perselisihan orang dewasa yang terus menjadi tontonan publik.
Buang Ego, Utamakan Masa Depan Anak
Dalam konferensi persnya, Agustinus menyampaikan permintaan tegas kepada Ruben dan Sarwendah. Ia meminta keduanya berhenti saling mempertahankan ego masing-masing.
"Saya sebagai Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak meminta perhatian kepada pasangan yang sedang berkonflik: sekali lagi, buang seluruh ego masing-masing. Kalau memang sayang terhadap anak-anak kita, ya, kedepankanlah kepentingan terbaik untuk anak," tegas Agustinus Sirait.
Jangan Tutup Akses Pertemuan dengan Anak
Agustinus juga memberikan saran tegas agar Ruben maupun Sarwendah tidak saling menutup akses pertemuan dengan anak. Menurutnya, komunikasi antara anak dan kedua orang tua tetap harus terjaga meski pasangan sudah berpisah.
Ia mengingatkan bahwa hak anak untuk bertemu kedua orang tuanya telah dijamin oleh Undang-Undang Perlindungan Anak. Aturan ini berlaku kendati kedua orang tua sudah tidak lagi dalam ikatan pernikahan.
Hak Anak yang Sering Terlupakan Saat Konflik Orang Tua
Saat konflik pengasuhan memanas, anak kerap jadi pihak yang paling terdampak secara psikologis. Komnas PA menyoroti pentingnya menjaga stabilitas emosi anak di tengah perselisihan orang dewasa.
Anak berhak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya, terlepas dari status hubungan mereka. Menutup akses pertemuan bisa berdampak jangka panjang pada perkembangan anak.
Kapan Orang Tua Perlu Melibatkan Pihak Ketiga
Ketika komunikasi antara kedua orang tua sudah buntu, melibatkan mediator atau lembaga perlindungan anak bisa jadi langkah yang tepat. Tujuannya bukan memenangkan salah satu pihak, melainkan memastikan hak anak tetap terpenuhi.
Komnas PA menekankan bahwa keputusan soal pengasuhan sebaiknya selalu berangkat dari pertanyaan: apa yang terbaik untuk anak, bukan siapa yang paling benar.
Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah menjadi pengingat bahwa konflik orang tua selalu punya dampak pada anak. Mengesampingkan ego dan mengutamakan kepentingan buah hati adalah langkah pertama yang bisa dilakukan demi masa depan mereka.