Pencarian

BPRS Bahari Berkesan Latih 34 Karyawan soal CKPN dan Cash Waqf Linked Deposit di Ternate

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 17:01:01 WIB
BPRS Bahari Berkesan Latih 34 Karyawan soal CKPN dan Cash Waqf Linked Deposit di Ternate
Karyawan BPRS Bahari Berkesan mengikuti pelatihan CKPN dan CWLD di Ballroom Waterboom Kota Ternate.

TERNATE — Sebanyak 34 karyawan dan karyawati PT BPRS Bahari Berkesan mengikuti pelatihan CKPN dan CWLD yang digelar di Ballroom Waterboom Kota Ternate. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Dewan Komisaris, Direksi, serta seluruh peserta dari internal perusahaan.

Pelatihan ini menyasar dua topik yang dianggap krusial bagi operasional bank syariah: pencadangan kerugian penurunan nilai dan instrumen wakaf uang. Keduanya dinilai menentukan arah pengelolaan risiko sekaligus peluang pertumbuhan bisnis BPRS ke depan.

Rizal Marsaoly: Penguatan SDM Kunci Tata Kelola BPRS

Rizal Marsaoly menegaskan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting untuk memperkuat tata kelola lembaga keuangan syariah milik daerah. Menurutnya, BPRS Bahari Berkesan perlu terus menghadirkan inovasi produk dan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Inovasi tersebut, kata dia, sekaligus harus mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah. Salah satu produk yang dinilai berpotensi dikembangkan adalah CWLD.

"CWLD memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat kesejahteraan masyarakat Kota Ternate," kata Rizal.

CKPN dan Prinsip Kehati-hatian

Selain soal pengembangan produk, Rizal menyoroti penerapan CKPN yang akuntabel dan presisi untuk menjaga stabilitas serta kesehatan keuangan BPRS Bahari Berkesan. Pengelolaan CKPN, menurut dia, membutuhkan pemahaman yang baik.

Tujuannya agar mitigasi risiko dan pengelolaan keuangan berjalan sesuai prinsip kehati-hatian serta ketentuan yang berlaku. Pemahaman yang keliru soal CKPN berpotensi mengganggu kesehatan neraca bank syariah.

Wakaf Uang agar Lebih Produktif

Direktur Utama PT BPRS Bahari Berkesan Risdan Harly menyebut pelatihan ini sebagai langkah konkret perusahaan untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kompetensi SDM dalam pengembangan produk keuangan syariah. Pelatihan diikuti 34 karyawan dan karyawati.

"Lewat pemahaman yang mendalam mengenai Cash Waqf Linked Deposit, kami ingin mendorong instrumen wakaf uang agar lebih produktif dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Risdan.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai CKPN juga penting untuk memastikan mitigasi risiko dan manajemen keuangan berjalan secara akuntabel, prudent, serta sesuai standar regulasi.

Harapan ke Depan

Risdan berharap hasil pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan begitu, BPRS Bahari Berkesan semakin siap menghadirkan layanan perbankan syariah yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.

Bagi warga Kota Ternate, arah pengembangan CWLD berpotensi membuka kanal baru penyaluran wakaf uang yang selama ini lebih banyak bersifat konsumtif. Skema ini menghubungkan dana wakaf dengan sektor produktif melalui layanan perbankan syariah.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halmaherapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks