MOROTAI — Kedatangan Foni disambut pihak Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai yang langsung menyerahkannya kepada keluarga di Desa Sambiki. Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Alhadar Djaguna, membenarkan kepulangan nelayan berusia 41 tahun tersebut.
Perjalanan Pulang dari Cina ke Morotai
Foni tiba di Cina pada 14 Oktober 2026. Dari sana, ia melanjutkan perjalanan ke Jakarta, kemudian ke Ternate, sebelum akhirnya kembali ke Pulau Morotai.
"Iya, tiba di Pulau Morotai dengan kondisi selamat dan sehat. Dia tiba di China tanggal 14, kemudian ke Jakarta, ke Ternate, dan langsung ke Pulau Morotai," ujar Alhadar.
Meski menempuh perjalanan panjang lintas negara, Alhadar memastikan Foni tiba dalam kondisi sehat dan selamat.
Koordinasi Lintas Instansi di Balik Kepulangan Foni
Kepulangan Foni merupakan hasil koordinasi Pemkab Pulau Morotai melalui BPBD Pulau Morotai, Basarnas Pulau Morotai, dan TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan Foni dapat kembali ke daerah asalnya setelah mengalami kejadian saat melaut hingga berada di Cina.
"Iya, sudah tiba tadi pagi dan sudah dikembalikan ke pihak keluarga di Desa Sambiki," kata Alhadar.
Kembali Berkumpul dengan Keluarga di Desa Sambiki
Kini, Foni telah kembali berkumpul bersama keluarganya di Desa Sambiki. Kepulangannya mengakhiri penantian keluarga setelah sebelumnya ia dilaporkan hilang saat melaut.
Dengan kepulangan tersebut, Foni dapat kembali ke tengah keluarga dalam keadaan selamat setelah menempuh perjalanan dari Cina menuju Pulau Morotai.