Pencarian

Sultan Tidore Ajak 60 Siswa SRD 7 Tanamkan Cinta Tanah Air Lewat Kunjungan ke Kedaton

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 14:31:01 WIB
Sultan Tidore Ajak 60 Siswa SRD 7 Tanamkan Cinta Tanah Air Lewat Kunjungan ke Kedaton
Sultan Tidore menerima rombongan siswa SRD 7 di Kedaton Kesultanan Tidore.

TIDORE KEPULAUAN — Rombongan siswa SRD 7 yang berlokasi di Desa Ampera, Sofifi, diterima langsung oleh Sultan di kedaton bersejarah tersebut. Turut mendampingi para guru, wali asrama, wali asuh, serta tenaga kependidikan lainnya.

Kegiatan itu juga diikuti para kadet atau mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) beserta pendamping. Para kadet sebelumnya telah melaksanakan pengabdian di sekolah tersebut selama dua pekan.

Pesan Sultan: Cinta Tanah Air untuk Songsong Masa Depan

Di hadapan para siswa, Sultan menekankan pentingnya pembinaan karakter sejak dini. Menurutnya, rasa cinta tanah air dan budi pekerti menjadi bekal utama generasi muda.

"Tanamkan rasa cinta tanah air dan budi pekerti yang baik untuk anak-anak kita ini, terutama untuk menyongsong masa depan mereka dan memperkuat NKRI," ujar Sultan.

Pesan itu disampaikan di lingkungan Kedaton Kesultanan Tidore, salah satu pusat sejarah Islam dan kekuasaan maritim di Maluku Utara.

Mengenal Singgasana hingga Dokumentasi Hubungan dengan Spanyol dan Portugis

Setelah bertatap muka dengan Sultan, para siswa diajak mengenal lebih dekat sejarah Kesultanan Tidore melalui koleksi di dalam kedaton. Mereka mengamati singgasana, bendera kesultanan, koleksi pakaian Sultan dan permaisuri, peta, serta dokumentasi dan foto bersejarah.

Koleksi tersebut menggambarkan hubungan Tidore dengan dunia luar pada masa lampau, termasuk dengan Spanyol dan Portugis. Bagi para siswa, ini menjadi pelajaran langsung yang jarang didapat di ruang kelas.

Empat Kesultanan Moloku Kie Raha dan Wilayah Kekuasaan Tidore

Kepala SRD 7 Kota Tidore Kepulauan, Norma Wahab, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mengenalkan sejarah Tidore. Kesultanan Tidore merupakan salah satu dari empat kesultanan di Maluku Utara yang dikenal dengan sebutan Moloku Kie Raha.

Pada masa lampau, Kesultanan Tidore berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga Pulau Seram, sebagian Halmahera, Raja Ampat, dan sebagian wilayah Papua.

"Kami ingin anak-anak Sekolah Rakyat mengetahui sejarah kejayaan daerah mereka dan bangga menjadi bagian dari Indonesia. Dengan demikian, identitas sejarah dan kebudayaan mereka tidak hilang," ujar Norma.

Rute Outing Class: Rumah Tenun hingga Benteng Peninggalan Kolonial

Rangkaian outing class mencakup kunjungan ke sejumlah tempat bersejarah dan objek wisata. Lokasi yang didatangi antara lain Rumah Tenun Puta Tino Kayangan, Benteng Tahula, Benteng Torre, dan Museum Sonyine Malige.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap agenda. Mereka mencatat berbagai hal yang dilihat, didengar, dan dialami selama kunjungan ke setiap lokasi dalam lembar kegiatan masing-masing.

Salah satu siswa SRD 7, Risal Rusli, menceritakan pengalamannya sambil menunjukkan lembar kegiatan yang dibawanya.

"Kami punya lembar petualangan semua tempat yang didatangi. Setiap ilmu dan pengetahuan yang kami dapat langsung dicatat di sini," ujarnya.

Ditutup Berenang di Pantai Akesahu dan Berendam di Telaga Air Panas

Kegiatan outing class berakhir pada sore hari di Pantai Akesahu. Di lokasi tersebut, para siswa berkesempatan berenang di pantai dan berendam di telaga air panas sebelum kembali ke sekolah mereka di Sofifi.

Kunjungan ke Kedaton Kesultanan Tidore menjadi penutup rangkaian pembelajaran luar kelas yang memadukan sejarah, budaya, dan rekreasi bagi para siswa SRD 7.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks