Pencarian

Film Ulya Wakili Latvia di Oscar 2027, Tayang Perdana di Cannes

Rabu, 04 November 2026 • 17:05:31 WIB
Film Ulya Wakili Latvia di Oscar 2027, Tayang Perdana di Cannes
Sutradara Viesturs Kairišs memilih film Ulya sebagai wakil Latvia di kategori Film Internasional Terbaik Oscar 2027.

MALUKU UTARA — Film Ulya garapan sutradara Viesturs Kairišs resmi dipilih Latvia sebagai wakil negara itu di kategori Film Internasional Terbaik Oscar 2027. Drama hitam-putih ini tayang perdana di seksi Un Certain Regard Festival Cannes dan dibintangi aktor muda K?rlis Arnolds Avots sebagai legenda basket Uljana Semjonova.

Pemilihan Ulya menandai langkah Latvia kembali ke panggung Oscar setelah Gints Zilbalodis mencetak sejarah lewat Flow yang memenangi Best Animated Feature pada 2025. Kali ini negara Baltik itu mengirim karya yang jauh berbeda: drama biografi olahraga hitam-putih tentang atlet basket perempuan paling ikonik di era Uni Soviet.

Ulya dijadwalkan membuka gelaran ke-30 Tallinn Black Nights Film Festival (PÖFF) di Estonia. Film ini merupakan koproduksi Latvia, Polandia, Estonia, dan Lithuania, sekaligus simbol kebangkitan sinema Baltik di kancah global.

Sinopsis: Dari Komunitas Terpencil ke Panggung Dunia

Terinspirasi kehidupan Uljana Semjonova, Ulya mengikuti perjalanan sang tokoh dari komunitas Old Believer di pelosok pedesaan menuju dunia kompetitif basket profesional. Di tengah persaingan elite, ia harus menghadapi perhatian yang muncul akibat tinggi tubuhnya yang luar biasa.

Semjonova tercatat meraih 15 gelar juara nasional Uni Soviet dan 15 European Champions Cup, plus medali emas Olimpiade bersama USSR pada 1976 dan 1980. Ia juga menjadi perempuan pertama non-Amerika Serikat yang masuk Basketball Hall of Fame.

Keputusan Memilih Aktor Pria untuk Legenda Basket

Kairišs mengaku tak ragu memilih Avots, yang sebelumnya bekerja sama dengannya di film January (2022), untuk memerankan Semjonova. Ia mengetahui sang aktor lama menyimpan mimpi memerankan sosok tersebut.

"Saya mendengar dari K?rlis cukup lama bahwa mimpinya adalah memerankan Uljana Semjonova," kata Kairišs kepada THR. Saat Avots menceritakan ide itu kepada kreator lain, sang sutradara langsung menyimpulkan bahwa proyek tersebut layak jadi film, bukan sekadar pementasan teater.

Keputusan itu sempat menimbulkan keraguan saat pencarian dana koproduksi. "Saat kami mencari uang dari para koproduser, sering kali orang khawatir soal bagaimana hasilnya nanti dan apakah akan terlihat seperti karikatur," ujarnya. "Tapi saya selalu bilang itu terdengar hebat."

Referensi Herzog dan Bergman di Balik Layar

Avots menyebut kisah Ulya terasa mirip dengan The Enigma of Kaspar Hauser garapan Werner Herzog. Kairišs punya insting yang sama: "Impuls pertama saya adalah ini sedikit seperti film Werner Herzog tentang seorang raksasa."

Sutradara juga menyarankan sinematografer Wojciech Staro? menonton Persona karya Ingmar Bergman sebagai rujukan estetika. Namun tantangan utama tetap soal batin tokoh. "Tugas besar pertama saya adalah bagaimana masuk ke dalam pikirannya," kata Kairišs.

Capaian dan Rencana Distribusi

Di Latvia, Ulya disebut telah menjadi blockbuster. Film ini melibatkan Ego Media (Latvia), Allfilm (Estonia), Staro? Film (Polandia), dan Tremora (Lithuania) sebagai rumah produksi, dengan B-Rated International menangani penjualan internasional.

New Mountain Films telah mengakuisisi Ulya untuk pasar Amerika Utara. Naskahnya ditulis Avots bersama Livia Ulman dan Andris Feldmanis, dengan Armands Zacs sebagai editor.

Ini menjadi film Kairišs ketiga yang dikirim Latvia ke Oscar, setelah January (2022) dan The Chronicles of Melanie (2017). Latvia sendiri berpopulasi sekitar 1,8 juta jiwa, setara dengan West Virginia di Amerika Serikat.

Bagi industri film Indonesia, langkah Latvia menunjukkan bagaimana negara kecil bisa bersaing lewat koproduksi lintas negara dan pemilihan cerita yang spesifik secara budaya namun punya daya tarik universal.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hollywoodreporter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks