Bupati Kepulauan Sula Fifian Ade Ningsih Mus Tekankan Karakter di Hardiknas 2026

Penulis: Saiful  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 15:14:20 WIB
Bupati Kepulauan Sula Fifian Ade Ningsih Mus memimpin upacara Hardiknas 2026 di Sanana.

SANANA — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan khidmat. Momentum tahunan ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen daerah dalam memajukan sektor pendidikan di Maluku Utara.

Bupati Kepulauan Sula, Fifian Ade Ningsih Mus, bertindak langsung sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menyatakan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar kecerdasan intelektual, melainkan instrumen vital dalam membentuk moralitas warga negara.

“Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan bangsa sekaligus kunci membangun masa depan generasi muda. Bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” ujar Fifian di hadapan para peserta upacara.

Filosofi Ki Hajar Dewantara Jadi Pedoman Pendidikan Sula

Bupati Fifian kembali mengangkat pemikiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara, sebagai arah kebijakan pendidikan di Kepulauan Sula. Filosofi Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani dinilai masih sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan dan semangat gotong royong harus tertanam kuat pada setiap tenaga pendidik di Sula. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga memiliki integritas yang kokoh dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemerintah dapat menciptakan ekosistem belajar yang sehat. Penguatan karakter ini dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi daerah berjuluk Hai Sua tersebut.

Bagaimana Strategi Sula Menuju Indonesia Emas 2045?

Dalam pidatonya, Fifian menegaskan bahwa persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari bangku sekolah sekarang. Tantangan global yang semakin kompleks menuntut generasi muda Maluku Utara untuk memiliki daya saing tinggi tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

“Menuju Indonesia Emas 2045, diperlukan generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam nilai moral dan karakter,” tegasnya.

Upacara yang berlangsung di halaman Istana Daerah Desa Fagudu, Kecamatan Sanana ini diakhiri dengan pemberian apresiasi kepada sejumlah tenaga kependidikan. Momentum Hardiknas 2026 diharapkan menjadi titik balik bagi peningkatan kualitas literasi dan distribusi akses pendidikan yang lebih merata di seluruh pelosok Kepulauan Sula.

Reporter: Saiful
Back to top