Laba Telkomsel Naik 14,7% Kuartalan di Usia ke-31, ARPU Tembus Rp45 Ribu

Penulis: Yasir  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 23:37:01 WIB
Laba bersih Telkomsel kuartalan naik 14,7% di usia 31 tahun.

MALUKU UTARA — Di usia ke-31 tahun melayani Indonesia, Telkomsel tak sekadar merayakan angka. Perusahaan yang mengusung semangat 'Melayani Sepenuh Hati' ini justru menggenjot transformasi internal. Hasilnya mulai terlihat di paruh kedua 2025: laba bersih melonjak 14,7% secara kuartalan (QoQ) dan EBITDA naik 5,4% QoQ.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

"Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," kata Nugroho, Rabu (20/5/2026).

ARPU Naik Jadi Rp45 Ribu, Trafik Data Tumbuh 15%

Strategi kualitas yang diusung Telkomsel tercermin dari pergeseran basis pelanggan. Meski jumlah pelanggan terkonsolidasi menjadi 156,1 juta, pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) justru meningkat menjadi Rp45 ribu pada akhir tahun. Angka ini menunjukkan produktivitas pelanggan yang lebih baik, bukan sekadar mengejar jumlah.

Kontribusi layanan digital bisnis kini telah mencapai lebih dari 95% dari total pendapatan mobile. Pertumbuhan trafik data sebesar 15% secara tahunan menjadi bukti bahwa kebutuhan digital masyarakat Indonesia terus melesat.

Fixed Broadband Tembus 10 Juta Pelanggan

Telkomsel juga memperkuat posisi di segmen rumah. Layanan fixed broadband berhasil menambah basis pelanggan hingga melampaui 10 juta. Penetrasi layanan konvergensi—gabungan layanan seluler dan fixed—telah mencapai sekitar 59%.

Fakta Singkat Kinerja Telkomsel 2025:

  • Pendapatan: Rp109,3 triliun
  • Laba bersih: Rp19,7 triliun
  • Pertumbuhan laba bersih QoQ: 14,7%
  • ARPU: Rp45 ribu
  • Pelanggan fixed broadband: >10 juta

Ke depan, Telkomsel terus mengembangkan kapabilitas berbasis kecerdasan buatan (AI) dan integrasi ekosistem digital. Perusahaan menargetkan peran sebagai digital ecosystem enabler yang semakin relevan, bukan sekadar penyedia konektivitas. Dengan momentum pemulihan yang sudah terbentuk, tekanan kini beralih ke konsistensi eksekusi di tengah persaingan industri yang masih ketat.

Reporter: Yasir
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top