MALUKU UTARA — Di usia ke-31 tahun melayani Indonesia, Telkomsel tak sekadar merayakan angka. Perusahaan yang mengusung semangat 'Melayani Sepenuh Hati' ini justru menggenjot transformasi internal. Hasilnya mulai terlihat di paruh kedua 2025: laba bersih melonjak 14,7% secara kuartalan (QoQ) dan EBITDA naik 5,4% QoQ.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
"Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," kata Nugroho, Rabu (20/5/2026).
Strategi kualitas yang diusung Telkomsel tercermin dari pergeseran basis pelanggan. Meski jumlah pelanggan terkonsolidasi menjadi 156,1 juta, pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) justru meningkat menjadi Rp45 ribu pada akhir tahun. Angka ini menunjukkan produktivitas pelanggan yang lebih baik, bukan sekadar mengejar jumlah.
Kontribusi layanan digital bisnis kini telah mencapai lebih dari 95% dari total pendapatan mobile. Pertumbuhan trafik data sebesar 15% secara tahunan menjadi bukti bahwa kebutuhan digital masyarakat Indonesia terus melesat.
Telkomsel juga memperkuat posisi di segmen rumah. Layanan fixed broadband berhasil menambah basis pelanggan hingga melampaui 10 juta. Penetrasi layanan konvergensi—gabungan layanan seluler dan fixed—telah mencapai sekitar 59%.
Fakta Singkat Kinerja Telkomsel 2025:
Ke depan, Telkomsel terus mengembangkan kapabilitas berbasis kecerdasan buatan (AI) dan integrasi ekosistem digital. Perusahaan menargetkan peran sebagai digital ecosystem enabler yang semakin relevan, bukan sekadar penyedia konektivitas. Dengan momentum pemulihan yang sudah terbentuk, tekanan kini beralih ke konsistensi eksekusi di tengah persaingan industri yang masih ketat.