SOFIFI — Malut United FC harus menghadapi tantangan berat di laga pamungkas musim ini. Delapan pemain kunci dipastikan absen saat tim berjumpa Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (23/5/2026). Kepastian ini diumumkan tim medis dan pelatih jelang pertandingan yang akan ikut menentukan arah juara Super League musim 2025-2026.
Bagi tuan rumah, laga ini adalah kesempatan terakhir untuk merebut gelar dari tangan Persib Bandung. Borneo FC saat ini duduk di peringkat kedua klasemen dengan 76 poin, hanya terpaut dua angka dari Persib yang memuncaki tabel.
Namun, jalan menuju juara tidak sepenuhnya berada di tangan Pesut Etam. Jika Persib mengalahkan Persijap di laga bersamaan, gelar juara otomatis menjadi milik tim tamu, apa pun hasil yang diraih Borneo. Sebaliknya, kemenangan atas Malut United masih membuka peluang bagi Borneo—dengan syarat Persib tergelincir.
Ketidakhadiran delapan pemain inti jelas mengubah peta kekuatan Malut United. Pelatih harus merombak komposisi starting eleven dan mengandalkan pemain pelapis yang minim menit bermain di laga sebesar ini. Kondisi ini bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Borneo untuk tampil agresif sejak menit awal.
Meski begitu, tekanan juga membebani tuan rumah. Borneo wajib menang dan berharap hasil lain berpihak pada mereka—situasi yang kerap membuat tim bermain tidak sabar dan rentan serangan balik.
Laga Borneo FC versus Malut United akan kick-off pada Sabtu (23/5/2026) di Stadion Segiri, Samarinda. Pada waktu yang sama, Persib Bandung menjamu Persijap di kandang sendiri.
Skenario juara cukup sederhana: Persib juara jika mengalahkan Persijap. Borneo juara jika menang atas Malut United dan Persib gagal menang. Dengan absennya delapan pemain kunci Malut, kans Borneo untuk meraih tiga poin terbuka lebar—meski sepak bola selalu menyimpan kejutan.