Erupsi Gunung Dukono, 72 Penumpang Wings Air di Morotai Gagal Terbang Akibat Abu Vulkanik Tebal

Penulis: Fajar  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 18:52:31 WIB
Erupsi Gunung Dukono menyebabkan pembatalan seluruh penerbangan Wings Air di Bandara Pitu Morotai.

MOROTAI — Kepala Bandara Pitu Pulau Morotai, Gunadi Siswo Pamungkas, mengonfirmasi bahwa seluruh jadwal penerbangan Wings Air untuk hari itu ditiadakan. Keputusan ini diambil demi keselamatan operasional setelah maskapai menerima laporan kondisi cuaca buruk sejak pagi hari.

“Untuk pembatalan keberangkatan hari ini dari maskapai Wings Air karena disebabkan masalah abu vulkanik Gunung Dukono yang sangat tebal, jadi hari ini tidak ada penerbangan,” ujar Gunadi saat ditemui di Bandara Pitu.

Dua Opsi bagi Penumpang yang Terdampak

Maskapai Wings Air memberikan dua pilihan penanganan tiket bagi para penumpang yang gagal terbang. Pertama, refund atau pengembalian dana tiket secara penuh. Kedua, reschedule atau penjadwalan ulang tanggal penerbangan melalui aplikasi pemesanan maskapai.

Perwakilan Wings Air di Bandara Pitu, Kristian, menjelaskan bahwa operasional penerbangan baru akan kembali normal jika ruang udara sudah dinyatakan bersih dari paparan abu vulkanik. “Kami terus memantau perkembangan dari otoritas terkait,” katanya.

Jadwal Terbatas, Penumpang Disarankan Lewat Laut

Opsi reschedule dinilai cukup menantang bagi para penumpang. Pasalnya, jadwal penerbangan rute Wings Air di Morotai saat ini hanya tersedia satu kali dalam seminggu. Hal ini membuat penumpang yang memiliki penerbangan lanjutan (connecting flight) ke Manado atau Jakarta harus mencari alternatif lain.

Pihak bandara menyarankan para penumpang dengan jadwal lanjutan untuk menggunakan jalur penyeberangan laut menuju Ternate terlebih dahulu. Dari Ternate, mereka bisa melanjutkan penerbangan dengan jadwal yang lebih padat dan variatif.

Gunung Dukono yang berlokasi di Halmahera Utara merupakan salah satu gunung api aktif di Maluku Utara. Erupsi yang mengeluarkan abu vulkanik tebal kerap mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah timur Indonesia, terutama saat arah angin membawa abu ke jalur koridor udara menuju Morotai dan sekitarnya.

Reporter: Fajar
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top