HALMAHERA UTARA — Bukan sekadar seremoni, kunjungan Menteri Transmigrasi Iftitah Sulistiani Suryanegara bersama Dubes Tiongkok Wang Lutong ke sentra kelapa Halmahera Utara pekan lalu langsung menyasar titik strategis pengembangan ekonomi baru. Keduanya meninjau lahan perkebunan dan calon lokasi pembangunan pabrik pengolahan kelapa terpadu yang ditargetkan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Menteri Iftitah menjelaskan bahwa potensi kelapa di Halmahera Utara tidak sekadar besar, melainkan juga strategis secara geografis. Berada di koridor pengembangan IKN, daerah ini dinilai ideal menjadi lumbung pangan dan energi terbarukan berbasis kelapa.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi bukan hanya tempat tinggal, tetapi pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan investasi hilirisasi, nilai tambah kelapa bisa dinikmati langsung oleh petani dan masyarakat sekitar," ujar Iftitah dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Rombongan menteri dan Dubes Wang Lutong terlebih dahulu menyusuri kawasan perkebunan kelapa rakyat yang membentang di Kecamatan Tobelo. Di sana, mereka berdialog dengan petani setempat mengenai produktivitas dan tantangan distribusi hasil panen.
Langkah selanjutnya, rombongan meninjau lahan yang telah disiapkan untuk pembangunan kawasan industri pengolahan kelapa. Pabrik ini nantinya tidak hanya memproduksi minyak goreng dan kopra, tetapi juga produk turunan bernilai tinggi seperti virgin coconut oil (VCO) dan briket arang tempurung untuk ekspor.
Dubes Wang Lutong menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai Indonesia, khususnya Halmahera Utara, memiliki keunggulan komparatif yang kuat di sektor perkebunan. "Kami melihat keseriusan pemerintah Indonesia. Ini adalah peluang besar bagi investor Tiongkok untuk bermitra dalam rantai pasok global," katanya.
Pasca peninjauan, Menteri Iftitah menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyusun peta jalan investasi (roadmap) yang mencakup penyediaan infrastruktur pendukung, seperti jalan produksi dan irigasi. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan regulasi yang memudahkan perizinan bagi investor.
Ekosistem ekonomi baru yang dimaksud bukan hanya pabrik. Pemerintah menargetkan terbentuknya kawasan transmigrasi terpadu yang menghubungkan perkebunan, pabrik pengolahan, dan permukiman transmigran dalam satu kesatuan rantai pasok. Jika terealisasi, Halmahera Utara berpotensi menjadi sentra ekspor kelapa olahan utama di Indonesia timur.