Pencarian

Menteri Transmigrasi dan Dubes China Tinjau Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Targetkan Industrialisasi Kawasan Transmigrasi

Rabu, 03 Juni 2026 • 18:43:31 WIB
Menteri Transmigrasi dan Dubes China Tinjau Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Targetkan Industrialisasi Kawasan Transmigrasi
Menteri Transmigrasi Iftitah dan Dubes China meninjau proses hilirisasi kelapa di Halmahera Utara.

SOFIFI — Langkah ini merupakan bagian dari instruksi Presiden melalui program Asta Cita yang menugaskan Kementerian Transmigrasi mempercepat industrialisasi di kawasan transmigrasi. Menteri Iftitah menekankan bahwa kelapa bukan lagi sekadar komoditas ekspor mentah, melainkan bahan baku untuk berbagai produk bernilai tambah tinggi.

Produk Turunan yang Jadi Target Hilirisasi

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Iftitah memaparkan sejumlah produk turunan kelapa yang potensial dikembangkan di Maluku Utara. Produk-produk itu mencakup minyak kelapa murni (VCO), santan, gula kelapa, nata de coco, hingga arang dan briket tempurung.

“Pengembangan industri kelapa tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, tetapi juga pada pengolahan berbagai produk turunan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” ujar Iftitah dalam keterangannya. Ia juga menyebut serat sabut, cocopeat, hingga bahan baku kosmetik sebagai peluang ekspor yang selama ini belum tergarap maksimal.

Sambutan Adat dan Harapan Wagub Malut

Kedatangan Menteri Transmigrasi dan Dubes China disambut langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, serta Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad. Prosesi pengalungan syal menjadi simbol penghormatan adat setempat sebelum rombongan meninjau lokasi pabrik.

Wagub Sarbin Sehe menyambut baik kerja sama yang dijajaki dengan China. Menurutnya, hilirisasi kelapa akan langsung berdampak pada kesejahteraan petani di daerah.

“Industrialisasi dan hilirisasi akan meningkatkan harga jual kelapa serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Maluku Utara,” ujarnya. Ia berharap program ini bisa memutus rantai perdagangan kelapa yang selama ini hanya dijual dalam bentuk kopra dengan harga rendah.

Tim Ekspedisi Patriot: Transformasi SDM Transmigrasi

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi juga memperkenalkan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) kepada pihak China. Program ini merupakan bagian dari transformasi transmigrasi yang tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui kerja sama internasional.

Pemerintah pusat berkomitmen memperkuat sistem pascapanen dan memperluas akses pasar, baik domestik maupun ekspor. Dengan kunjungan Dubes Wang Lutong, peluang investasi langsung dari China ke sektor industri kelapa di Halmahera Utara dinilai semakin terbuka lebar.

Bagikan
Sumber: haliyora.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks