Dalam wawancara dengan GameSpot, Hamaguchi mengaku kesulitan memilih satu adegan tertentu dari segudang elemen homage yang ada di game ketiga trilogi remake ini. “Ada begitu banyak adegan dan elemen yang merupakan penghormatan ke versi orisinal sehingga sangat sulit memilih,” ujarnya. Namun, ia akhirnya menjatuhkan pilihan pada ‘Weapons’—lima monster raksasa yang menjadi momok di dunia Final Fantasy 7.
Di versi orisinal tahun 1997, ‘Weapons’ muncul sebagai sprite kecil di peta dunia—ukuran yang tidak terasa aneh untuk representasi dua dimensi. “Tapi ketika kami memikirkan seri remake, kami harus menjawab bagaimana cara terbaik untuk merepresentasikan dan menampilkan mereka,” kata Hamaguchi. Tim pengembang memutuskan untuk menampilkan ‘Weapons’ dalam skala aktual yang membuat pemain benar-benar merasakan kegigantikan mereka.
Kelima monster itu—Diamond Weapon, Ultimate Weapon, Emerald Weapon, Ruby Weapon, dan Sapphire Weapon—dibangkitkan oleh Midgar untuk mempertahankan dunia dari Sephiroth dan Jenova. Ironisnya, mereka tidak memiliki kemampuan berpikir. ‘Weapons’ menyerang semua yang bergerak, tanpa peduli kawan atau lawan. Cloud dan kawan-kawan pun terpaksa menghadapi mereka.
Selain membahas ‘Weapons’, Hamaguchi juga menyinggung sistem FITS yang baru diperkenalkan di Revelation. Sistem ini menjadi salah satu fitur andalan yang membedakan seri ketiga dari dua pendahulunya. Namun, ia belum memberikan rincian teknis lebih lanjut soal mekanisme pertarungan tersebut.
Ditanya soal kemungkinan cerita tambahan di semesta reboot Final Fantasy 7 setelah Revelation rilis, Hamaguchi masih enggan berkomentar. Ia memilih fokus menyelesaikan trilogi ini sebelum memikirkan ekspansi naratif lainnya. Bagi para penggemar, ini bisa berarti petualangan Cloud dan krunya di Midgar benar-benar akan mencapai titik akhir—atau justru membuka pintu untuk semesta paralel baru.
Square Enix telah mengonfirmasi bahwa Final Fantasy 7 Revelation akan dirilis secara simultan di Nintendo Switch 2, Xbox Series X|S, PlayStation 5, dan PC pada 2027. Langkah ini menandai pertama kalinya seri remake Final Fantasy 7 hadir di konsol Nintendo dan Xbox bersamaan dengan PlayStation sejak awal peluncuran.
Keputusan ini juga mengindikasikan strategi multi-platform yang lebih agresif dari Square Enix, setelah sebelumnya seri remake pertama dan kedua hanya eksklusif sementara di PlayStation. Bagi pemain Indonesia yang belum beralih ke PS5, opsi di PC dan Xbox bisa menjadi jalur masuk yang lebih terjangkau.