TOBELO — Fabregas Ali dan kawan-kawan langsung tancap gas sejak kuarter pembuka. Tempo cepat dan permainan kolektif yang solid membuat Tidore tak berkutik. Setiap kuarter, jarak poin terus melebar. Pertahanan Ternate begitu ketat, sementara serangan mereka nyaris tanpa cela.
Pelatih Basket Ternate, Sesa Syahrian Zeinsal, mengakui anak asuhnya tampil sesuai target. "Untuk hari ini, sesuai yang saya sampaikan sebelumnya, tetap di poin 100. Konsentrasi pemain juga sudah mulai bagus, terus bisa main lebih rapi lagi," ujarnya.
Meski unggul 75 angka, Sesa tak sepenuhnya puas. Ia menyoroti kontrol emosi pemain yang sempat menurun. "Kurangnya mungkin anak-anak terbawa adrenalinnya untuk main keras, jadi kurang konsentrasi. Tapi setelah halftime saya perbaiki supaya mereka main lebih rapi lagi sesuai dengan apa yang mereka latihan," jelas pelatih asal Ternate itu.
Sesa berharap performa ini berkelanjutan. Dua laga berat masih menanti: melawan Halmahera Selatan dan tuan rumah Halmahera Utara. "Semoga di game-game berikutnya kita bisa tampil maksimal dan meraih kemenangan," tambahnya.
Di sisi lain, Pelatih Basket Kota Tidore Kepulauan, Ismet Taher, tak menampik timnya kalah kelas. Ia menyebut beberapa faktor menjadi penyebab kekalahan telak tersebut. "Anak-anak saya coba main maksimal. Ada beberapa secara teknis, fisik, dan mungkin dari persiapan, terutama pemanasan yang belum maksimal," katanya.
Ismet memastikan evaluasi segera dilakukan. Timnya masih akan menghadapi Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Halmahera Tengah. "Kami akan fokus lagi memperbaiki beberapa strategi yang harus dijalankan untuk pertandingan berikutnya," tutupnya.
Laga tersebut turut disaksikan Ketua Perbasi Maluku Utara, Sarmin S. Adam, serta para pendukung dan warga sekitar. Porprov V Maluku Utara menjadi ajang pembuktian bagi tiap kontingen, dan Ternate jelas tampil sebagai salah satu kandidat kuat medali emas cabang basket putra.