MALUKU UTARA — General Manager PT Pelindo Regional 1 Sibolga, Muhammad Ikhlas, menegaskan keselamatan kerja adalah fondasi utama operasional pelabuhan. Ia menekankan, budaya aman harus menjadi tanggung jawab seluruh pihak, bukan hanya tugas bagian K3 semata.
"Setiap orang yang bekerja di lingkungan pelabuhan berhak pulang dengan selamat dan sehat kepada keluarga. Keselamatan bukan hanya tugas bagian K3, melainkan tanggung jawab kita semua, mulai dari pimpinan hingga pekerja lapangan," ujarnya dalam sambutan.
Dalam dokumen komitmen bersama, Pelindo Sibolga menjabarkan poin-poin operasional yang wajib dijalankan secara konsisten. Mulai dari penerapan peraturan K3 yang berkelanjutan, penyediaan fasilitas dan alat kerja yang layak, hingga peningkatan kompetensi karyawan melalui pelatihan rutin.
Perusahaan juga mewajibkan pelaksanaan safety briefing dan safety patrol sebelum setiap kegiatan operasional dimulai. Setiap pelanggaran yang berpotensi membahayakan pekerja harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.
Muhammad Ikhlas menambahkan, penandatanganan ini bukan seremoni tahunan yang berakhir di atas kertas. Perusahaan telah menyiapkan sistem evaluasi berkala untuk mengawal implementasi di lapangan.
"Kami terus melakukan evaluasi berkala serta mengembangkan sistem manajemen K3 agar sejalan dengan standar nasional maupun internasional," tegasnya.
Dengan komitmen ini, Pelindo Sibolga berharap angka kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan bisa ditekan seminimal mungkin. Langkah ini juga menjadi sinyal bagi seluruh ekosistem pelabuhan bahwa keselamatan adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar biaya.