Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.650, Warga Kepulauan Sula Minta Pasokan Pertalite Ditambah

Penulis: Yasir  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 21:37:31 WIB
Warga Kepulauan Sula antre panjang di SPBU akibat keterbatasan pasokan Pertalite.

SANANA — Kenaikan harga Pertamax sebesar Rp 4.050 per liter dalam sepekan terakhir disebut memicu efek domino pada harga kebutuhan pokok di Kepulauan Sula. Warga mengaku terhimpit karena pasokan Pertalite di sejumlah SPBU justru dibatasi, sementara permintaan justru meningkat drastis.

Pasokan Pertalite Terbatas, Pertamax Melimpah

Seorang pemilik SPBU di Kepulauan Sula mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat jatah Pertalite sesuai konsumsi masyarakat setempat dan tidak bisa menambah pesanan seenaknya. Sebaliknya, untuk Pertamax, SPBU bisa memesan sesuai kebutuhan pasar tanpa batasan kuota.

“Kalo kami mendapat pasokan pertalite itu dibatasi, sementara kalo Pertamax kita order sesuai kebutuhan sekitar,” ujar pemilik SPBU tersebut, Kamis (12/6).

Kondisi ini dinilai timpang. Saat harga Pertamax naik, masyarakat otomatis beralih ke Pertalite. Namun, keterbatasan stok membuat antrean panjang kerap terjadi di beberapa titik SPBU di wilayah Sanana dan sekitarnya.

Warga: Harga Bapok Ikut Meroket

Salah seorang warga Kepulauan Sula menyebut kenaikan Pertamax tidak hanya memberatkan pemilik kendaraan pribadi, tetapi juga pelaku usaha mikro yang menggantungkan aktivitas logistik pada BBM. “Jelas sangat memberatkan, naiknya harga Pertamax sementara ketersediaan BBM Subsidi seperti Pertalite dibatasi,” katanya.

Menurutnya, harga bahan pokok di pasar tradisional mulai merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Inflasi disebut tak terhindarkan karena biaya transportasi ikut membengkak.

Harapan Warga: Tambah Kuota Pertalite untuk Semua SPBU

Masyarakat berharap PT Pertamina segera mengevaluasi kebijakan distribusi di Kepulauan Sula. Pasokan Pertalite yang memadai dinilai menjadi satu-satunya penyelamat bagi warga menengah ke bawah di tengah lonjakan harga BBM non-subsidi.

“Jelas masyarakat memilih minyak yang murah dan terjangkau, namun kan ketersediaannya terbatas,” pungkas pemilik SPBU tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Maluku Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan penambahan kuota Pertalite di Kepulauan Sula.

Reporter: Yasir
Sumber: investigasi.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top