MALUKU UTARA — Disway Malang melaporkan bahwa minat terhadap kendaraan roda dua bertenaga baterai terus meningkat. Bukan hanya karena biaya operasional yang lebih rendah, tetapi juga karena pilihan produk yang kini lebih matang. Setidaknya ada lima merek yang menjadi andalan konsumen di tahun ini, masing-masing dengan keunggulan yang tidak seragam.
Gesits lahir dari kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan PT Wijaya Karya Industri Manufaktur (WIMA). Model andalannya, Gesits G1, adalah skuter yang dirancang untuk jalan perkotaan Indonesia.
Keunggulan utama produk ini bukan pada kecepatan puncak, melainkan pada pengembangan yang disesuaikan dengan karakter jalan lokal. Gesits juga membekali G1 dengan fitur konektivitas — pengguna bisa memantau kondisi kendaraan lewat aplikasi. Ini menjadi nilai tambah bagi mereka yang ingin memantau kesehatan baterai secara real-time.
PT Ilectra Motor Group (IMG) membawa Alva dengan pendekatan yang berbeda. Alva One dan Alva Cervo mengusung desain modern yang tidak malu-malu tampil beda dari skuter konvensional.
Selain tampilan futuristis, Alva menawarkan fitur digital seperti sistem pemantauan kendaraan secara real-time dan konektivitas aplikasi. Segmen yang dibidik jelas: konsumen yang menginginkan motor listrik dengan tampilan premium untuk mobilitas sehari-hari, bukan sekadar alat transportasi murah.
Polytron, yang selama ini dikenal sebagai produsen elektronik rumah tangga, masuk ke pasar motor listrik dengan model Fox-R dan Fox-S. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kompetisi tidak hanya soal desain, tetapi juga model bisnis.
Polytron menawarkan program sewa baterai. Skema ini memungkinkan konsumen menekan biaya pembelian awal kendaraan. Strategi ini menjadi pembeda signifikan dibanding Gesits atau Alva yang menjual unit beserta baterai secara utuh. Bagi konsumen yang sensitif harga di muka, opsi ini cukup menarik.
Selain ketiga nama di atas, masih ada dua merek lain yang turut meramaikan peta persaingan motor listrik nasional. Sayangnya, laporan awal tidak menyebutkan secara detail model dan spesifikasinya. Namun, pola yang terlihat jelas: produsen mulai fokus pada segmen spesifik — komuter, premium, dan value-for-money.
Jaringan layanan purna jual juga terus berkembang. Ini menjadi faktor krusial karena kepercayaan konsumen terhadap motor listrik tidak hanya bergantung pada harga, tetapi juga ketersediaan bengkel dan suku cadang.
Pilihan di 2026 tidak lagi terbatas pada satu merek. Gesits cocok untuk pengguna yang mengutamakan produk hasil riset lokal dengan fitur konektivitas. Alva untuk mereka yang ingin tampil beda dengan desain premium. Polytron untuk pembeli yang ingin mengurangi beban biaya awal melalui sistem sewa baterai.
Keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan harian dan ketersediaan stasiun pengisian di wilayah masing-masing.