MALUKU UTARA — Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk sekitar Gang Keluarga dan Gang Bhinneka Satu, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang. Material bangunan yang mayoritas kayu dan embusan angin kencang membuat api merambat dengan cepat. Warga panik dan berusaha menyelamatkan diri serta mengevakuasi barang berharga saat api tiba-tiba membesar dari salah satu rumah kontrakan atau bangsalan.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda, Ahmad Supriyanto, menyatakan dugaan awal kebakaran berasal dari bagian dapur rumah warga. Pemicunya diduga kuat akibat korsleting arus pendek listrik.
"Berdasarkan informasi awal, api diduga kuat bermula dari bagian dapur salah satu rumah warga. Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus pendek listrik, namun untuk kepastiannya kami masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang," kata Ahmad Supriyanto di lokasi kejadian.
Petugas masih melakukan pengumpulan data di tempat kejadian perkara. Pihak berwajib belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti kebakaran.
Proses pemadaman terkendala kondisi lingkungan sekitar. Akses jalan di area permukiman padat penduduk sangat sempit, menyulitkan mobil pemadam kebakaran untuk masuk. Selain itu, sumber air di sekitar lokasi kejadian juga terbatas.
Petugas di lapangan sempat kesulitan melokalisir api. Akibatnya, lima rumah yang terbakar hangus total dan tidak tersisa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil masih dalam pendataan.
Disdamkarmat Samarinda mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dan tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan menjadi langkah antisipasi utama. Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan permukiman padat dengan konstruksi kayu terhadap bahaya kebakaran. Pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi dan penyuluhan keselamatan bagi warga.