MABA — Pendataan lapangan yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 ini menyasar seluruh unit usaha dan pelaku ekonomi di wilayah Bumi Limbot Fayfiye. Bupati Ubaid menginstruksikan para petugas untuk bekerja secara door-to-door guna memastikan tidak ada sektor ekonomi yang terlewatkan.
Bupati dua periode itu menjelaskan bahwa hasil SE2026 akan menjadi peta jalan bagi perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat kabupaten maupun nasional. “Sensus Ekonomi merupakan instrumen penting dalam menyediakan data yang valid sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan,” ujar Ubaid di hadapan para petugas dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir.
Menurutnya, kualitas data yang dikumpulkan secara langsung akan menentukan ketepatan sasaran program pemerintah ke depan. Data yang keliru, lanjut dia, berpotensi melahirkan kebijakan yang tidak tepat guna.
Dalam amanatnya, Ubaid memberikan perhatian khusus pada aspek integritas dan profesionalisme petugas lapangan. Ia mengingatkan bahwa tantangan validasi data di lapangan cukup besar, terutama di daerah dengan kondisi geografis yang beragam seperti Halmahera Timur.
“Jadilah pejuang data yang berintegritas, profesional, dan menjunjung tinggi kode etik. Data yang saudara kumpulkan akan menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan ke depan,” tegasnya.
Pemkab Haltim dan BPS menargetkan SE2026 mampu menghadirkan basis data ekonomi yang mutakhir. Harapannya, kebijakan yang lahir nantinya lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Ubaid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif saat petugas datang ke rumah atau tempat usaha. “Partisipasi seluruh masyarakat sangat dibutuhkan,” pungkasnya seraya memberikan apresiasi kepada para petugas yang akan turun ke lapangan.