TERMATE — Kawasan Landmark di pusat Kota Ternate berubah wajah. Kolam air yang selama ini menjadi salah satu ikon ruang publik itu kini ditimbun sementara oleh Pemerintah Kota Ternate. Langkah ini diambil untuk menyiapkan lokasi sebagai venue kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyebut penimbunan dilakukan karena kondisi kolam sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Air mancur di lokasi itu mati dan tidak lagi dirawat.
Menurut Rizal, keputusan menimbun kolam diambil langsung oleh Wali Kota Ternate. Alasan utamanya bukan sekadar estetika, melainkan keselamatan warga, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar kolam.
"Pak Wali Kota menghindari jangan sampai ada anak-anak bermain, terus nanti ada korban, sehingga langkah itu diambil untuk ditimbun dulu," ujar Rizal, Rabu (17/6/2026).
Penimbunan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate. Rizal menegaskan langkah ini hanya bersifat sementara untuk pengerasan permukaan, bukan penutupan permanen.
"Persoalan nanti apakah pihak PUPR merancang mau buat apa, nanti dilihat penataan fungsi selanjutnya," jelasnya.
Untuk kebutuhan JKPI, Wali Kota meminta kolam ditutup agar ruang yang tersedia lebih luas. Area tersebut rencananya akan digunakan untuk pentas seni dan kegiatan lainnya selama acara berlangsung.
JKPI merupakan forum tahunan yang mempertemukan kota-kota pusaka di Indonesia. Ternate ditunjuk sebagai tuan rumah pada 2026. Persiapan infrastruktur dan ruang publik menjadi prioritas Pemkot Ternate dalam menyambut agenda nasional tersebut.
Penimbunan kolam di Landmark menjadi salah satu langkah awal yang terlihat. Ke depan, kawasan ini akan ditata ulang untuk mendukung kelancaran acara sekaligus tetap mempertahankan nilai pusaka kota.