Gubernur Sherly Tjoanda Buka Festival Teluk Jailolo 2026, Dorong Tiga Langkah Strategis untuk Pariwisata dan UMKM Halmahera Barat

Penulis: Saiful  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 15:34:31 WIB
Gubernur Sherly Tjoanda membuka Festival Teluk Jailolo 2026 di Halmahera Barat.

HALMAHERA BARAT — Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak hanya membuka festival, tetapi juga menyiapkan tiga langkah konkret untuk memastikan gelaran budaya memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Gubernur Sherly Tjoanda menyebutkan percepatan pelepasan aset dermaga jetty, penguatan jaringan internet di destinasi wisata, dan pembenahan infrastruktur venue menjadi prioritas utama.

UMKM Jadi Tulang Punggung Perputaran Ekonomi Festival

Dalam sambutannya di Lapangan Desa Dodinga, Sherly menekankan bahwa setiap kunjungan wisatawan ke FTJ 2026 harus berdampak langsung pada kantong warga. Ia menyebut sektor transportasi, penginapan, kuliner, hingga kerajinan tangan lokal akan ikut bergerak.

“Setiap kunjungan wisatawan membawa dampak perputaran ekonomi yang nyata, mulai dari sektor transportasi, tingkat hunian penginapan, kuliner, hingga peningkatan penjualan kerajinan tangan lokal,” ujar Sherly dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Rabu.

Gubernur menilai festival budaya menjadi sarana paling efektif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk unggulan daerah sekaligus memperluas akses pasar. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tata kelola profesional menjadi syarat mutlak agar dampak ekonomi tidak sekadar wacana.

Tiga Langkah Infrastruktur: Dermaga, Internet, dan Venue Wisata

Sherly membeberkan tiga langkah strategis yang akan dijalankan pemerintah daerah. Pertama, mendorong percepatan pelepasan aset dermaga jetty kepada kementerian terkait agar pembangunan fasilitas pelabuhan penunjang pariwisata bisa didanai melalui APBN.

Kedua, memperkuat koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk meningkatkan kualitas jaringan internet dan telekomunikasi di kawasan destinasi wisata. Ketiga, membenahi infrastruktur fisik dan tata kelola venue wisata agar memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kampung Wallace: Menghidupkan Kembali Jejak Naturalis Abad ke-19

Dalam kesempatan yang sama, Sherly juga mencanangkan program Kampung Wallace di Desa Wisata Dodinga. Program ini terinspirasi dari perjalanan naturalis Alfred Russel Wallace di Maluku Utara pada abad ke-19.

Kampung Wallace dirancang untuk mengangkat kembali nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan literasi yang selama ini terkubur. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata edukasi di Halmahera Barat, tidak sekadar festival tahunan yang selesai dalam hitungan hari.

FTJ 2026 sendiri berlangsung di Lapangan Desa Dodinga, Pantai Disa-Susupu, dan Desa Adat Taraudu. Gubernur hadir didampingi Bupati Halmahera Barat James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhammad.

“FTJ 2026 menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan UMKM sebagai pilar pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Sherly.

Reporter: Saiful
Sumber: halmaheranesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top