Wujud Pembinaan Kemandirian, Lapas Kelas IIA Ternate Panen Kangkung Organik dari Lahan Asri di Dalam Penjara

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:59:31 WIB
Warga binaan Lapas Kelas IIA Ternate panen kangkung organik dari lahan asri di dalam penjara.

TERNATE — Lahan kosong di dalam Lapas Kelas IIA Ternate kini berubah menjadi hamparan hijau subur. Pada Sabtu (20/6) lalu, puluhan ikat kangkung segar dipetik langsung oleh warga binaan yang didampingi petugas. Panen raya ini dipimpin Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Sofyan Mutalib beserta jajarannya.

Kepala Lapas Ternate, Faozul Ansori, menyebut kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang. Program pertanian ini dirancang sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat nanti.

"Panen sayur hari ini menunjukkan kalau kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Ternate berjalan dengan aktif. Kami memanfaatkan lahan kosong yang ada di dalam untuk ditanami sayuran," ujar Faozul Ansori.

Metode Organik dan Perawatan Harian

Kasi Giatja Lapas Ternate, Sofyan Mutalib, menjelaskan bahwa seluruh proses penanaman dilakukan secara alami. Mulai dari penyemaian bibit, penyiraman, hingga perawatan, semua dikerjakan oleh warga binaan di bawah pengawasan ketat petugas Giatja.

"Sayur yang kita panen hari ini adalah sayur kangkung. Semuanya dirawat dengan baik oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas Giatja, mulai dari menanam bibit, menyiram, sampai siap dipetik seperti sekarang," jelas Sofyan.

Metode organik yang diterapkan membuat sayuran yang dihasilkan lebih sehat dan aman dikonsumsi. Tanpa menggunakan bahan kimia, kangkung dari kebun lapas ini menjadi bukti bahwa lahan terbatas pun bisa produktif.

Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Lebih dari sekadar keterampilan, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Lapas Ternate membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan bisa berkontribusi pada ketersediaan pangan lokal.

Kegiatan panen bersama berlangsung penuh kebersamaan antara petugas dan warga binaan. Suasana gotong royong terlihat saat sayuran dipetik, dibersihkan, dan dikumpulkan untuk kemudian dimanfaatkan bersama.

Bekal Keterampilan untuk Warga Binaan

Faozul Ansori menekankan bahwa pembinaan kemandirian seperti ini menjadi modal penting bagi warga binaan. Keterampilan bertani yang mereka dapatkan di dalam lapas diharapkan bisa menjadi sumber penghidupan setelah bebas.

"Lewat kegiatan ini, kami berharap warga binaan bisa belajar cara bertani yang baik," ujar Kalapas.

Dengan lahan yang terus dirawat dan ditanami, Lapas Ternate berencana melanjutkan program pertanian ini secara berkelanjutan. Sayuran hasil panen tidak hanya untuk konsumsi internal, tapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memahami siklus bisnis pertanian dari hulu ke hilir.

Reporter: Yasir
Sumber: kompasiana.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top