Kurs Rupiah di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Kompak Melemah ke Rp16.250 per Dolar AS Hari Ini

Penulis: Ragil  •  Senin, 22 Juni 2026 | 12:48:31 WIB
Kurs rupiah di empat bank besar melemah seragam ke Rp16.250 per dolar AS hari ini.

MALUKU UTARA — Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen eksternal yang masih membebani mata uang Garuda. Indeks dolar AS (DXY) bergerak menguat ke level 104,5 pada sesi Asia pagi ini, didorong oleh data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini mendorong aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selisih Tipis Antara Kurs Jual dan Beli di Empat Bank Besar

Berdasarkan data yang dihimpun, kurs jual dolar AS di keempat bank tercatat seragam di angka Rp16.250. Sementara itu, kurs beli yang menjadi acuan bagi nasabah yang hendak menukarkan dolar ke rupiah juga bergerak mendekati level yang sama.

  • Bank Mandiri: kurs jual Rp16.250, kurs beli Rp16.100.
  • Bank BCA: kurs jual Rp16.250, kurs beli Rp16.050.
  • Bank BRI: kurs jual Rp16.250, kurs beli Rp16.100.
  • Bank BNI: kurs jual Rp16.250, kurs beli Rp16.100.

Selisih atau spread antara kurs jual dan beli di masing-masing bank berkisar antara Rp150 hingga Rp200. Angka ini tergolong normal untuk transaksi valas eceran di pasar domestik.

Faktor Pemicu Tekanan di Pasar Valas Pagi Ini

Pelaku pasar masih mencermati sikap hawkish bank sentral AS (The Fed) pasca rilis data ketenagakerjaan pekan lalu. Data non-farm payrolls (NFP) yang solid memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Di sisi domestik, pelaku pasar juga menunggu hasil lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang dijadwalkan hari ini. Imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun pagi ini naik 5 basis poin ke level 6,85%, menandakan adanya tekanan jual di pasar obligasi.

Fakta Singkat Pergerakan Kurs Hari Ini

  • Kurs tengah Bank Indonesia pagi ini tercatat di Rp16.220 per dolar AS, melemah 45 poin dari posisi Jumat lalu.
  • Volume transaksi dolar AS di pasar spot domestik pagi ini mencapai US$ 1,2 miliar, lebih tinggi 15% dibanding volume rata-rata sepekan terakhir.
  • Posisi cadangan devisa Indonesia per akhir Mei 2026 tercatat US$ 145,2 miliar, cukup untuk membiayai 6,5 bulan impor.

Analis menilai pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi oleh data inflasi Indonesia yang dijadwalkan rilis pekan ini. Pasar memperkirakan inflasi Juni tetap berada dalam rentang target BI sebesar 2,5% plus minus 1%.

Reporter: Ragil
Sumber: finansial.bisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top