MOROTAI — Johan Mardiono, Kepala Desa Morodadi, Kecamatan Morotai Selatan, resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, untuk masa bakti 2026-2030. Keputusan ini dihasilkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APDESI Pulau Morotai yang digelar pada Rabu (24/6/2026).
Dalam kontestasi tersebut, Johan yang memegang nomor urut 1 berhasil mengumpulkan 51 suara sah. Ia mengungguli dua rivalnya secara telak. Kandidat nomor urut 2, Kepala Desa Aha, Ramli, hanya memperoleh 7 suara. Sementara itu, kandidat nomor urut 3, Kepala Desa Gamlamo, Mukadia Tou, harus puas dengan perolehan 10 suara.
Dari total 88 kepala desa di Pulau Morotai, sebanyak 80 kepala desa hadir dan memberikan suara sah di lokasi pemilihan. Sebanyak 12 kertas suara lainnya dinyatakan tidak sah atau rusak.
Dalam sambutannya, Johan menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan rekan-rekan sesama kepala desa. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amanah yang telah diberikan oleh rekan-rekan Kades. Saya dipercayai untuk memimpin APDESI Pulau Morotai dengan masa bakti 2026-2030," ujar Johan, Rabu (24/6/2026).
Lebih lanjut, Johan mengimbau seluruh kepala desa di Pulau Morotai untuk kembali merajut komitmen bersama serta menjaga solidaritas dan sinergitas. "Mari kita jadikan APDESI sebagai wadah pemersatu yang solid serta menghilangkan segala bentuk perpecahan internal. Kita harus mampu menjadikan APDESI sebagai mitra strategis pemerintah daerah demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa yang merata," tandasnya.
Terpilihnya Johan diharapkan mampu memperkuat peran APDESI sebagai jembatan antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Organisasi ini menjadi wadah bagi para kepala desa untuk berkoordinasi, menyuarakan aspirasi, serta mendorong percepatan pembangunan di tingkat desa di seluruh Pulau Morotai.
Dengan mandat yang baru, Johan akan memimpin organisasi tersebut untuk periode lima tahun ke depan, mulai 2026 hingga 2030.