MALUKU UTARA — Wakil Ketua YBM PLN UID Kalimantan Barat Syaiful Imron mengatakan kegiatan Khitan Sehat Anak Sholeh 2026 berlangsung serentak di Pontianak, Singkawang, Mempawah, Ketapang, dan Ujung Said, Kabupaten Kapuas Hulu. Seluruh biaya operasional berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari pegawai Muslim PLN melalui pemotongan penghasilan bulanan.
"Program ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban keluarga yang membutuhkan," kata Syaiful di Pontianak.
Ia menambahkan, kegiatan bisa terlaksana berkat amanah para muzaki PLN serta kolaborasi dengan Brigeck sehingga pelayanan tetap aman dan berkualitas. Dana ZIS yang terkumpul tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga disalurkan ke program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
General Manager PLN UID Kalimantan Barat Maria G.I. Gunawan menyatakan kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Pihaknya berharap anak-anak peserta memperoleh layanan kesehatan yang baik, sementara keluarga yang membutuhkan bisa terbantu secara ekonomi.
"Melalui program Khitan Sehat Anak Sholeh ini kami berharap anak-anak memperoleh layanan kesehatan yang baik, sementara keluarga yang membutuhkan dapat terbantu," ujar Maria.
Salah seorang wali peserta, Ayu, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan gratis tersebut. Ia mengaku kesulitan ekonomi membuatnya harus menabung terlebih dahulu jika harus membiayai khitan sendiri.
"Alhamdulillah kami sangat terbantu. Kalau menggunakan biaya sendiri, kami harus menabung terlebih dahulu karena kondisi ekonomi saat ini cukup sulit," katanya.
Selain layanan khitan gratis, acara juga diisi edukasi kesehatan, pendampingan peserta, pembagian bingkisan, dan doa bersama. PLN berharap program serupa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk nyata pengelolaan dana zakat yang transparan dan tepat sasaran.