PULAU MOROTAI — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mengambil langkah preventif dengan menerbitkan imbauan resmi bagi para koordinator konvoi Piala Dunia. Langkah ini diambil setelah sejumlah insiden kecelakaan terjadi selama pawai euforia sepak bola dunia di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, secara spesifik meminta para koordinator untuk bertanggung jawab penuh mengarahkan dan mengawasi anggota kelompoknya. "Minta setiap koordinator tim pawai atau konvoi untuk mengoordinir setiap anggota agar tertib berlalu lintas," tegas Rio dalam pernyataannya.
Rio menekankan beberapa aturan wajib yang harus dipatuhi peserta konvoi. Pelanggaran terhadap aturan ini tidak hanya membahayakan keselamatan pribadi, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
“Tidak boleh satu sepeda motor ditumpangi tiga orang dan seluruh peserta wajib menggunakan helm,” ujar Rio. Imbauan ini menjadi krusial mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan peserta pawai di Morotai.
Selain pelanggaran teknis berkendara, Rio juga menyoroti masalah konsumsi minuman keras (miras) yang kerap menyertai aksi konvoi. Ia dengan tegas melarang peserta mengonsumsi miras sebelum maupun selama kegiatan berlangsung.
Konsekuensinya tidak main-main. Rio menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya berhenti pada peserta, tetapi juga menjerat koordinator. “Jika ditemukan ada peserta yang mengonsumsi minuman keras saat mengikuti konvoi, maka koordinator konvoi akan turut bertanggung jawab,” tegasnya.
Tidak hanya kepada peserta konvoi, Rio juga mengingatkan masyarakat yang sekadar merayakan di jalan agar tetap tertib. Ia meminta agar para pengguna jalan tidak memenuhi badan jalan dan tetap berada pada lajur masing-masing.
“Kepada masyarakat yang melakukan pawai diharapkan menjaga keselamatan pribadi dan pengguna jalan yang lain,” ujar Rio. Imbauan ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kecelakaan fatal yang sempat terjadi pada momen serupa sebelumnya di Pulau Morotai.