TERNATE — Pelantikan Ubaid Yakub menandai berdirinya kepengurusan HKTI di Halmahera Timur, kabupaten yang selama ini belum memiliki struktur organisasi tani di tingkat cabang. Sepuluh kepala daerah dari kabupaten dan kota se-Maluku Utara dilantik dalam acara yang sama, menjadikan Musda kali ini sebagai konsolidasi terbesar HKTI di provinsi tersebut.
Chairul Amir memimpin langsung prosesi pelantikan mewakili Dewan Pimpinan Nasional. Rangkaian acara mencakup Musyawarah Daerah HKTI Maluku Utara sekaligus pengukuhan pengurus di tingkat provinsi.
Apa Tugas Ubaid Yakub sebagai Ketua DPC HKTI Halmahera Timur
Ubaid Yakub diharapkan memperkuat sinergi bersama petani dan pemangku kepentingan pertanian di Halmahera Timur. Penguatan organisasi tani dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan pertanian modern dan peningkatan kesejahteraan petani di daerah.
Harapan itu sejalan dengan pesan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe agar kepengurusan HKTI yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi bersama kelompok tani.
Pesan Wagub: Konsolidasi dan Pertanian Modern Berbasis Daya Saing
Sarbin Sehe mendorong penyusunan langkah konkret untuk membangun pertanian modern berbasis ekonomi yang berdaya saing. Menurutnya, kepengurusan baru tidak bisa hanya menjadi struktur administratif tanpa program yang menyentuh langsung kebutuhan petani.
Ubaid Yakub sebagai Ketua DPC HKTI Halmahera Timur diharapkan dapat menerjemahkan semangat tersebut melalui kerja sama dan program yang menyentuh kebutuhan petani.
Mengapa HKTI Penting bagi Petani Halmahera Timur
Halmahera Timur memiliki basis pertanian yang tersebar di sejumlah kecamatan, namun akses terhadap pendampingan, bibit unggul, dan pasar masih menjadi persoalan berulang. Kehadiran DPC HKTI di tingkat kabupaten membuka jalur koordinasi antara kelompok tani dan pemerintah daerah.
Struktur organisasi tani yang kuat memudahkan penyaluran program bantuan, pelatihan budidaya, hingga pendampingan pascapanen. Selama ini, sejumlah kelompok tani di Maluku Utara mengandalkan pendampingan dari dinas pertanian setempat yang kapasitasnya terbatas.
Langkah Selanjutnya
Kepengurusan DPC HKTI Halmahera Timur diharapkan segera menyusun program kerja dan menjaring anggota dari kelompok tani di seluruh kecamatan. Konsolidasi dengan Dewan Pengurus Daerah HKTI Maluku Utara menjadi tahap berikutnya sebelum program menyentuh tingkat desa.
Pelantikan di Ternate menjadi titik awal kerja kepengurusan baru. Evaluasi terhadap program yang berjalan akan menentukan apakah HKTI mampu menjadi rumah bagi petani Halmahera Timur atau sekadar melengkapi struktur organisasi.