MANADO — Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang melanda banyak daerah, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah justru memperbesar porsi belanja pendidikannya. Bupati Ikram Malan Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil memutuskan menaikkan alokasi Program Beasiswa Halteng Pintar menjadi Rp 31,5 miliar pada 2026.
Kenaikan itu mencapai 65,8 persen dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang sebesar Rp 19 miliar. Keputusan ini diumumkan saat Bupati Ikram menghadiri Wisuda Universitas Muhammadiyah Manado, Kamis (2/7/2026).
Program Halteng Pintar menyasar mahasiswa reguler dan aparatur sipil negara (ASN), termasuk PNS, PPPK, hingga PPPK paruh waktu. Mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, S2, atau S3 di berbagai perguruan tinggi.
“Komitmen ini tetap kami jalankan meskipun Halmahera Tengah, sebagaimana daerah lainnya, menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah,” kata Bupati Ikram dalam sambutannya.
Pemerintah daerah tidak membatasi pilihan perguruan tinggi bagi penerima beasiswa. Namun, prioritas diberikan pada kampus dan program studi yang memiliki akreditasi minimal Baik (B).
Hingga saat ini, Pemkab Halmahera Tengah telah memberikan beasiswa kepada 3.823 mahasiswa. Mereka tersebar di berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Maluku Utara.
Bupati Ikram menyebut angka itu sebagai bukti keberpihakan nyata terhadap pendidikan. “Suatu saat nanti ketika kita bertemu sepuluh orang Halmahera Tengah yang berusia di bawah 45 tahun dan ditanya apa pendidikannya, saya berharap sebagian besar telah bergelar S1 bahkan S2. Itulah cita-cita besar yang sedang kita bangun bersama,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Halmahera Tengah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Manado. Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan program beasiswa, serta peningkatan kapasitas SDM.
Bupati Ikram mengajak seluruh pelajar, mahasiswa, dan ASN asal Halmahera Tengah untuk memanfaatkan program tersebut. “Hanya dengan pendidikan kita dapat mengubah masa depan, dan hanya dengan ilmu pengetahuan cita-cita besar akan tercapai,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Kualitas manusia, menurutnya, menjadi fondasi utama menuju Halmahera Tengah yang maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.