SOFIFI — Ratusan warga yang tinggal di kawasan rencana pembangunan Kodam Maluku Utara duduk bersama jajaran Korem 152 Baabullah di Kelurahan Sofifi. Pertemuan yang berlangsung Jumat pekan lalu itu bukan sekadar seremoni. Dari balik meja dialog terbuka, warga menyampaikan langsung kekhawatiran dan harapan mereka soal lahan yang bakal digunakan.
Tim Korem yang dipimpin Danramil 1505-05 Sofifi, Mayor Andi Purwanto, tidak hanya datang untuk memberi penjelasan. Mereka juga membawa data dan gambaran konkret. Kehadiran Kodam, menurut mereka, akan memicu aktivitas pembangunan yang pada akhirnya membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.
"Kami ingin masyarakat paham, ini bukan soal pengambilalihan lahan, tapi bagaimana keberadaan Kodam bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Kapenrem 152 Baubullah Kapten Inf Ilham Hernanda dalam sesi tanya jawab. Ia menambahkan, lapangan pekerjaan baru dipastikan mengalir seiring beroperasinya markas komando tersebut.
Satu poin yang paling menarik perhatian warga adalah kemudahan akses bagi putra-putri daerah yang ingin menjadi prajurit TNI Angkatan Darat. Selama ini, proses seleksi dan pembinaan calon prajurit dari Maluku Utara harus dilakukan di Ambon. Biaya transportasi dan akomodasi menjadi beban tersendiri.
"Dengan adanya Kodam di sini, proses penerimaan bisa dilakukan lebih dekat. Ini mengurangi beban biaya dan mempermudah masyarakat mengikuti setiap tahapan," jelas Mayor Inf Majo Syahrir Sangadji, Pasi Bakti Siterrem 152 Baabullah, di hadapan para tokoh masyarakat.
Mayor Chk Mualimin, Kakum Rem 152 Baabullah, mengatakan pihaknya sengaja membuka ruang dialog seluas-luasnya. Lurah Sofifi Fatmawati turut hadir mendampingi warganya. Beberapa perwakilan warga menyampaikan masukan terkait batas lahan dan kompensasi yang diharapkan.
"Kami ingin proses ini transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua aspirasi dicatat dan akan menjadi bahan evaluasi," kata Mayor Andi Purwanto menegaskan komitmen Korem.
Korem 152 Baabullah menekankan, pembangunan Kodam bukan semata urusan militer. Di Sofifi yang berstatus Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, stabilitas keamanan menjadi fondasi utama percepatan pembangunan daerah. Koordinasi penanganan masalah kewilayahan disebut akan lebih cepat jika markas komando sudah berdiri.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi awal komunikasi harmonis antara TNI dan masyarakat. Proses percepatan pembangunan Kodam, menurut rencana, akan terus berjalan dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan dan transparansi.