TERNATE — Sebanyak puluhan pegawai baru RSUD dr. H. Chasan Boesoirie menjalani orientasi selama dua hari yang difokuskan pada pengelolaan mutu dan keselamatan pasien. Materi yang diberikan mencakup Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes, menegaskan bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup untuk menjamin pelayanan yang berkualitas. Menurutnya, setiap tenaga kesehatan dan tenaga pendukung harus memiliki pemahaman yang sama soal etika profesi serta sistem manajemen rumah sakit.
Rosita mengingatkan bahwa materi yang diberikan dalam pelatihan ini bukan hanya untuk memenuhi persyaratan akreditasi. Ia menyebutnya sebagai kompetensi dasar yang wajib diimplementasikan oleh setiap pegawai baru di unit kerja masing-masing.
“Masyarakat datang ke rumah sakit dengan harapan memperoleh pertolongan. Karena itu, pelayanan harus profesional, cepat, tepat, ramah, dan penuh empati,” ujar Rosita saat membuka kegiatan di Aula RSUD Chasan Boesoirie.
Dalam sambutannya, Rosita menekankan bahwa yang sering dikenang pasien bukan sekadar keberhasilan pengobatan, melainkan bagaimana mereka diperlakukan selama dirawat. Hal ini menjadi alasan mengapa budaya kerja yang humanis harus ditanamkan sejak awal.
Ia menambahkan, rumah sakit merupakan ruang kolaborasi lintas profesi yang menuntut tanggung jawab bersama. Orientasi ini, kata dia, menjadi langkah penting untuk menyamakan visi, nilai, dan budaya kerja seluruh pegawai dalam melayani masyarakat.
Melalui pelatihan ini, manajemen RSUD Chasan Boesoirie berharap para pegawai baru mampu menjadi agen perubahan di unitnya masing-masing. Budaya disiplin, saling menghormati, dan konsistensi dalam mengutamakan keselamatan pasien menjadi target utama yang ingin dicapai.
RSUD dr. H. Chasan Boesoirie merupakan rumah sakit rujukan utama di Maluku Utara. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai krusial mengingat tingginya volume kunjungan pasien dari berbagai daerah di provinsi tersebut.