TERNATE — Imbauan untuk tidak duduk di atas dinding Benteng Oranje selama nonton bareng Piala Dunia nyaris tidak diindahkan. Kepala Museum Rempah sekaligus pengelola benteng, Rinto Taib, mengatakan pihaknya terus memantau aktivitas yang berpotensi merusak bangunan maupun membahayakan pengunjung.
“Salah satu upaya yang dilakukan ialah melakukan sosialisasi imbauan Wali Kota Ternate agar pengunjung tidak duduk atau berdiri di atas dinding benteng,” kata Rinto kepada cermat, Rabu, 8 Juli 2026.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan masih banyak pengunjung yang mengabaikan aturan. Bahkan, spanduk peringatan yang dipasang pengelola justru kerap dijadikan alas duduk atau tempat berdiri di atas dinding benteng.
Menurut Rinto, struktur bangunan Benteng Oranje yang sudah tua berisiko ambruk dan dapat mengancam keselamatan penonton. Ia mengaku imbauan tersebut telah diteruskan kepada petugas yang berjaga pada setiap pertandingan.
Pengelola juga telah menutup akses kendaraan ke dalam kawasan benteng dan mengarahkan pengunjung untuk parkir di lokasi yang disediakan. Namun, anak-anak masih sering terlihat duduk di atas dinding benteng, termasuk saat pertandingan berlangsung hingga dini hari.
“Kami sangat membutuhkan kesadaran dari semua pihak. Penonton yang begadang berisiko mengantuk dan terjatuh dari atas dinding benteng,” ujar Rinto kembali.
Rinto turut menyayangkan banyaknya sampah plastik bekas minuman keras jenis cap tikus yang ditemukan di sepanjang rampar atau jalur di atas benteng. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mencoreng kawasan cagar budaya, tetapi juga berpotensi memicu gangguan keamanan dan membahayakan pengunjung.
Pihak pengelola berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian situs bersejarah bisa meningkat, terutama saat acara besar seperti nonton bareng Piala Dunia. Langkah preventif terus dilakukan, namun tanpa partisipasi penonton, risiko kecelakaan dan kerusakan bangunan tetap mengintai.