Dalam 10 Tahun, Waskita Karya Rampungkan 29 Bendungan untuk Ketahanan Pangan dan Dorong Ekonomi Daerah

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:10:31 WIB
Waskita Karya telah menyelesaikan 29 bendungan sejak 2015 untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

MALUKU UTARA — Ribuan hektare sawah tadah hujan kini berubah menjadi lahan irigasi teknis. Petani bisa menanam hingga tiga kali setahun. Semua itu berkat bendungan yang dibangun Waskita Karya sejak 2015.

Direktur Utama Waskita Karya, Mursyid, menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional lewat pembangunan infrastruktur. "Bendungan dan irigasi bukan sekadar proyek konstruksi. Ini investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan, pariwisata, dan penguatan UMKM di sekitar kawasan," ujarnya dalam keterangan resmi, pekan lalu.

29 Bendungan Tersebar dari Aceh hingga NTT

Dari total 29 bendungan yang rampung, beberapa di antaranya masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Contohnya Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat dan Bendungan Beringin Sila di Nusa Tenggara Barat. Masing-masing mampu mengairi ribuan hektare sawah dan menyediakan air baku untuk masyarakat.

Waskita juga mengerjakan Bendungan Margatiga di Lampung dan Bendungan Lolak di Sulawesi Utara. Semua proyek itu dikerjakan dengan skema kontrak rancang bangun atau engineering, procurement, and construction (EPC).

Dampak Langsung ke Petani dan Pelaku UMKM

Kehadiran bendungan mengubah wajah pertanian di daerah. Di sekitar Bendungan Sindangheula, Banten, misalnya, produktivitas padi naik 30 persen. Petani yang dulu hanya mengandalkan hujan kini punya pasokan air sepanjang musim.

Tak hanya pertanian, kawasan bendungan juga menjelma menjadi destinasi wisata baru. Warung makan, penyewaan perahu, dan penginapan bermunculan. Pendapatan warga sekitar meningkat, terutama dari sektor UMKM yang melayani pengunjung akhir pekan.

Target 2025: Empat Bendungan Lagi Segera Rampung

Waskita tidak berhenti di 29 bendungan. Perusahaan pelat merah ini menargetkan empat proyek bendungan lain selesai pada 2025. Dua di antaranya adalah Bendungan Cipanas di Jawa Barat dan Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan.

Mursyid menambahkan, perseroan juga terus menggenjot efisiensi biaya dan waktu pengerjaan. "Kami pastikan setiap proyek selesai tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas. Ini demi kepentingan masyarakat yang menunggu manfaat bendungan," kata dia.

Dengan tambahan empat bendungan tahun depan, total pasokan air irigasi nasional bakal bertambah signifikan. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah memperkuat swasembada pangan dan menekan impor beras.

Reporter: Saiful
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top