Tujuh Mobil Listrik Terlaris di Australia Kini Semua Buatan China, Termasuk Tesla Model Y

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 00:17:31 WIB
Tesla Model Y mendominasi penjualan mobil listrik terlaris di Australia dengan produksi dari Shanghai.

MALUKU UTARA — Data registrasi kendaraan Juni 2026 yang dirilis The Driven menunjukkan total penjualan EV di Australia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Dari tujuh model terlaris, hanya Tesla yang bukan merek China, namun unit yang dijual di Australia—Model Y dan Model 3—diimpor dari Gigafactory Shanghai, bukan dari pabrik Fremont atau Berlin.

Tesla Model Y Puncaki Grafik, BYD Bertengger di Posisi Kedua

Model Y mendominasi dengan penjualan 8.072 unit, disusul BYD Sealion 7 yang terjual 4.730 unit. Posisi ketiga hingga ketujuh ditempati BYD Atto 2 (2.482 unit), Geely EX5 (2.303 unit), Omoda Jaecoo J5 (2.096 unit), Zeekr 7X (1.868 unit), dan MG4 Urban (1.015 unit).

BYD, Geely, Omoda Jaecoo, Zeekr, dan MG merupakan merek asal China. MG, yang dulu ikon industri otomotif Inggris, telah dimiliki SAIC sejak 2007. Sementara Model 3 yang sempat menjadi andalan Tesla justru merosot ke peringkat 12 pada bulan yang sama.

Tiga Model Murah Jadi Penggerak Utama

Faktor harga menjadi kunci. Tiga dari tujuh model terlaris—BYD Atto 2, Omoda Jaecoo J5, dan MG4 Urban—dijual di bawah AU$40.000 (sekitar Rp 400 juta). Geely EX5 dibanderol di bawah AU$50.000 (sekitar Rp 500 juta). Semua model tersebut belum ada di pasar Australia setahun lalu.

Ledakan penjualan ini bukan kejutan. Pada Januari lalu, BYD sempat mengungguli Tesla dengan rasio penjualan 10:1 di Australia, didorong Sealion 7 dan Atto 2 yang kini kokoh di tiga besar. Tekanan juga dirasakan Toyota: jika penjualan plug-in hybrid dan hybrid BYD dijumlahkan, merek China itu hampir menyalip Toyota sebagai merek terlaris di Australia secara keseluruhan pada Juni lalu.

Jepang Hampir Absen dari Peta EV Australia

Kebangkitan China berbanding terbalik dengan kemerosotan Jepang. Hanya tiga model EV Jepang yang masuk 50 besar penjualan EV Australia tahun ini: Toyota bZ4X (peringkat 15), Subaru Solterra (30), dan Subaru Trailseeker (47). Padahal Jepang selama puluhan tahun mendominasi pasar mobil Australia dengan mesin pembakaran internal.

Pangsa pasar EV di Australia mencapai 23,5 persen dari total penjualan mobil pada Juni 2026, dengan Australian Capital Territory mencatat angka 43,5 persen. Federal Chamber of Automotive Industries, asosiasi industri mobil setempat, mengakui telah terjadi "pergeseran struktural" di pasar.

Efek Gigafactory Shanghai: Biaya Produksi Lebih Rendah

Salah satu komentar pembaca di artikel asli, NeilMx, menyoroti perbedaan harga Tesla Model Y L (tiga baris kursi) yang baru dirilis. Di Amerika Serikat, versi yang dirakit lokal lebih mahal sekitar US$4.000 (sekitar Rp 64 juta) dibandingkan versi China yang dijual di Australia. "Untuk mobil yang sama dari pabrikan yang sama, ada perbaikan biaya 10 persen antara AS dan China. Itu sulit diatasi," tulisnya.

Temuan ini menegaskan bahwa dominasi China di pasar EV Australia bukan sekadar soal merek, melainkan juga efisiensi rantai pasok dan skala produksi yang sulit ditandingi kompetitor global lainnya.

Reporter: Yasir
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top