MALUKU UTARA — Kebijakan harga baru ini berlaku mulai hari ini, Senin (13/7/2026). Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan PBBKB 5 persen, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.300 per liter, turun signifikan dari sebelumnya Rp20.750 per liter. Sementara itu, Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak bergerak, masing-masing tetap di Rp16.250 per liter dan Rp17.000 per liter.
Kategori BBM nonsubsidi yang paling merasakan koreksi harga adalah fraksi solar. Dexlite yang sebelumnya dipatok Rp23.000 per liter kini turun ke level Rp19.700 per liter. Penurunan lebih dalam terjadi pada Pertamina Dex, dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter. Artinya, dalam sebulan terakhir, pengguna kendaraan diesel bisa menghemat hampir Rp3.700 per liternya.
Di sisi lain, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak bergeming. Pertalite masih bertahan di Rp10.000 per liter, sementara Biosolar di angka Rp6.800 per liter.
Pertamina menerapkan harga yang bervariasi di setiap wilayah karena faktor PBBKB dan biaya distribusi. Untuk Pertamax Turbo, harga termurah justru ditemukan di FTZ Batam, yaitu Rp18.350 per liter. Sebaliknya, konsumen di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara harus merogoh kocek paling dalam, yakni Rp20.150 per liter.
Berikut rincian harga di beberapa wilayah utama:
Menariknya, Pertamina juga mencantumkan produk Biosolar Nonsubsidi yang hanya didistribusikan di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Produk ini dibanderol Rp19.600 per liter. Keberadaannya menjadi alternatif bagi pengguna kendaraan diesel yang tidak mendapatkan jatah Biosolar subsidi di wilayah tersebut.
Bagi konsumen yang ingin mengecek harga paling akurat sesuai lokasi, Pertamina menyediakan informasi melalui aplikasi MyPertamina dan website resmi. Penurunan harga ini diharapkan bisa meringankan beban operasional terutama bagi pelaku usaha logistik dan transportasi umum yang menggunakan bahan bakar diesel.