Ada Kelebihan Bahan Baku Minyak, Pertamina Tingkatkan Produksi Avtur Domestik

Penulis: Yasir  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 09:42:01 WIB
Pertamina meningkatkan produksi avtur domestik dengan memanfaatkan surplus bahan baku minyak mentah dari program B50.

MALUKU UTARA — Program pencampuran biodiesel 50 persen (B50) yang tengah digalakkan pemerintah ternyata membawa konsekuensi tidak terduga. Alih-alih kekurangan, justru muncul surplus bahan baku minyak mentah yang sebelumnya diperuntukkan bagi produksi solar. Kelebihan inilah yang kemudian menjadi peluang bagi Pertamina untuk meningkatkan kapasitas produksi avtur di dalam negeri.

Surplus Solar Jadi Peluang Avtur

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, implementasi B50 secara otomatis mengurangi kebutuhan minyak mentah untuk bahan bakar solar. Minyak mentah yang tadinya menjadi stok utama solar kini tidak terpakai seluruhnya. "Kelebihan bahan baku ini akan kami optimalkan untuk memproduksi avtur," ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Keputusan ini dinilai strategis. Pasalnya, kebutuhan avtur di Indonesia terus meningkat seiring dengan pemulihan dan pertumbuhan sektor penerbangan. Dengan memanfaatkan surplus yang ada, Pertamina tidak perlu mencari sumber bahan baku baru atau bergantung pada pasokan impor.

Produksi Dalam Negeri Digenjot

Pertamina disebut akan memfokuskan pengolahan minyak mentah surplus ini di kilang-kilang yang dimilikinya. Langkah ini diyakini dapat menekan biaya produksi dan memperpendek rantai pasok. Selama ini, sebagian kebutuhan avtur nasional masih dipenuhi dari impor, terutama saat permintaan melonjak pada musim liburan atau hari raya.

Dengan adanya tambahan pasokan bahan baku dari program B50, Pertamina bisa lebih leluasa mengatur bauran produksi antara solar dan avtur. Hal ini tidak hanya menguntungkan dari sisi efisiensi, tetapi juga memperkuat kemandirian energi di sektor transportasi udara.

Dampak bagi Industri Penerbangan

Ketersediaan avtur produksi dalam negeri yang lebih besar berpotensi menekan harga jual di bandara-bandara Indonesia. Selama ini, harga avtur menjadi salah satu komponen biaya operasional terbesar bagi maskapai penerbangan. Jika pasokan lokal melimpah dan harganya lebih kompetitif, maskapai bisa menawarkan tiket dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas produksi avtur ini bisa mulai berjalan dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar menciptakan ekosistem energi yang lebih efisien dan terintegrasi, dari hulu hingga hilir.

Reporter: Yasir
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top