Geekbench 7 Resmi Dirilis, Ubah Cara Ukur Performa CPU dan GPU untuk AI dan Gaming

Penulis: Yasir  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 07:09:32 WIB
Primate Labs resmi merilis Geekbench 7 dengan pembaruan fundamental pada pengukuran kinerja CPU dan GPU.

MALUKU UTARA — Primate Labs resmi merilis Geekbench 7 pada hari ini, menghadirkan perubahan fundamental dalam cara aplikasi ini mengukur kinerja CPU dan GPU. Jika versi sebelumnya (Geekbench 6) dirilis awal 2023 dengan fokus pada kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML) yang mulai marak, versi ketujuh ini menyempurnakan pendekatan tersebut dengan skenario pengujian yang lebih realistis.

Pengujian GPU Kini Fokus ke AI dan Konten Kreator

Salah satu perubahan paling signifikan ada pada GPU Benchmark. Primate Labs mendesain ulang pengujian grafis dengan penekanan lebih besar pada beban kerja machine learning dan pembuatan konten. Ini kabar baik bagi pengguna yang sering memanfaatkan fitur AI di ponsel atau laptop mereka.

Dalam siaran resminya, Primate Labs merinci tiga skenario pengujian machine learning baru:

  • Pelacakan wajah dan penerapan efek filter real-time pada video, meniru fitur filter wajah di aplikasi media sosial.
  • Peningkatan resolusi gambar (upscaling) dengan machine learning, meniru fitur super resolution di aplikasi edit foto.
  • Pengaburan latar belakang (background blur) saat panggilan video, meniru fitur virtual background di aplikasi konferensi seperti Zoom atau Google Meet.

Selain itu, Geekbench 7 menambahkan beban kerja baru untuk pengeditan dan sintesis gambar GPU, termasuk pemrosesan foto RAW, grading warna video berbasis LUT, path tracing, dan simulasi fluida. Untuk pertama kalinya, benchmark ini juga mendukung API Nvidia CUDA, melengkapi dukungan yang sudah ada untuk OpenCL, Vulkan, dan Metal.

Cara Ukur Performa Multi-Core Dirombak Total

Primate Labs juga mengubah cara Geekbench 7 menangani pengujian multi-core. Kini, aplikasi hanya menjalankan beban kerja di banyak inti prosesor jika tugas di dunia nyata memang membutuhkannya. Contohnya, tes HTML5 Browser tidak lagi dimasukkan ke dalam suite multi-core karena browser web umumnya hanya menggunakan satu inti (single-threaded) atau sangat ringan dalam pemanfaatan multi-thread.

Perubahan ini membuat skor multi-core Geekbench 7 lebih akurat merepresentasikan performa asli perangkat saat menjalankan aplikasi sehari-hari, bukan sekadar angka sintetis yang tinggi.

Pengujian Multimedia dan Codec Baru

Geekbench 7 memperkenalkan beban kerja baru untuk mengukur bagaimana CPU menangani encoding dan decoding audio serta video. Ini relevan mengingat banyak pengguna Indonesia yang kini melakukan streaming, merekam layar, atau membuat podcast langsung dari perangkat mereka.

  • Encode video berbagi layar dengan codec AV1, meniru fitur screen sharing di aplikasi konferensi video.
  • Kompresi audio musik dan rekaman suara dengan codec Opus, meniru aplikasi voice memo dan podcast.
  • Decode video dan audio sambil menghasilkan teks langsung (live captions) dengan model pengenalan suara Whisper, meniru pemutaran video dengan subtitle otomatis.

Dataset Lebih Besar dan Bervariasi

Primate Labs juga memperbesar ukuran dan variasi dataset yang digunakan di seluruh tes. Misalnya, beban kerja File Compression kini mencakup lebih banyak arsip yang berisi source code, object code, dan dokumen teks. Tes PDF Viewer juga mencakup rentang file yang lebih luas, termasuk peta taman, dokumen teknis, dan makalah akademik.

Beban kerja developer dan image-processing juga telah diperbarui dengan lebih banyak aset dan format gambar tambahan. Ini memastikan hasil benchmark tidak mudah jenuh dan tetap relevan untuk perangkat masa depan.

Harga dan Ketersediaan

Geekbench 7 standar masih gratis untuk penggunaan pribadi. Bagi pengguna profesional atau reviewer yang membutuhkan fitur lebih lengkap, Primate Labs menawarkan Geekbench 7 Pro dengan diskon 20% hingga 6 Agustus mendatang. Belum ada informasi resmi mengenai harga khusus untuk pasar Indonesia, namun pengguna bisa langsung mengunduh versi gratis dari situs resmi Primate Labs.

Bagi pembaca yang sering membandingkan spesifikasi HP flagship atau laptop gaming sebelum membeli, Geekbench 7 memberikan data yang lebih relevan dengan kebutuhan nyata seperti editing video 4K atau menjalankan AI di perangkat. Versi ini layak dijadikan acuan baru untuk keputusan beli yang lebih cerdas.

Reporter: Yasir
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top