TechCrunch Disrupt 2026 Hadirkan Panggung Smart Money: Stablecoin, AI, dan Masa Depan Pembayaran

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:38:01 WIB

MALUKU UTARA — Konferensi teknologi tahunan TechCrunch Disrupt 2026 memperkenalkan panggung khusus bertajuk Smart Money Stage, yang dirancang untuk membahas persimpangan antara fintech, sistem pembayaran, dan AI. Acara yang berlangsung di Moscone Center, San Francisco, selama tiga hari ini akan menghadirkan sejumlah pemain utama industri keuangan global.

Stablecoin dan Sistem Pembayaran Instan

Sesi pertama akan membahas bagaimana stablecoin dan pembayaran instan mengubah pergerakan uang lintas negara. Panel ini membandingkan infrastruktur tradisional dengan jaringan baru seperti FedNow dan sistem swasta, serta tantangan regulasi yang masih harus diatasi.

Pembicara yang dijadwalkan antara lain Nikhil Chandhok, Chief Product & Technology Officer Circle; Rodney Robinson, Co-founder dan CEO TabaPay; serta Lotti Siniscalco, General Partner Emergence.

Robinhood: Dari Aplikasi Trading Menjadi Platform Keuangan Lengkap

Robinhood yang saat ini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 90 miliar dolar AS (sekitar Rp1.485 triliun) akan memaparkan evolusinya. Head of Product Abhishek Fatehpuria akan berbagi strategi membangun produk keuangan terpercaya di tengah pertumbuhan masif, mencakup investasi, perbankan, kredit, kripto, hingga pasar prediksi.

Sesi ini relevan bagi pengguna Indonesia yang ingin melihat bagaimana platform all-in-one bisa menjawab kebutuhan finansial modern, meski regulasi dan adopsi di Tanah Air masih berbeda.

AI, Kepercayaan, dan Verifikasi di Layanan Keuangan

Perusahaan seperti American Express dan Plaid akan membahas peran AI agent dalam alur kerja keuangan, termasuk transparansi, pencegahan fraud, dan verifikasi identitas. Hannah Bozian (VP Agentic Partnerships, American Express), Pedro Sanzovo (Head of Fraud and Identity, Plaid), dan Victoria Zuo (Partner, QED Investors) akan mengupas kapan AI bisa dipercaya mengambil keputusan finansial dan kapan manusia tetap diperlukan.

Masalah keamanan dan privasi menjadi perhatian utama, terutama bagi pengguna layanan keuangan digital di Indonesia yang rentan terhadap penipuan.

Infrastruktur Global Berbasis AI: Airwallex

Airwallex, perusahaan yang dinilai 11 miliar dolar AS oleh investor, akan mempresentasikan sistem operasi keuangan native AI untuk bisnis global. Founder dan CEO Jack Zhang akan menjelaskan bagaimana AI mengubah lintas batas pembayaran, manajemen keuangan global, dan pengembangan produk finansial terintegrasi.

Bagi startup Indonesia yang berekspansi ke luar negeri, model infrastruktur seperti Airwallex bisa menjadi referensi bagaimana teknologi mengurangi hambatan tradisional perbankan lintas negara.

TechCrunch Disrupt 2026 juga menyediakan sesi networking dan side event bagi peserta. Tiket masih tersedia dengan harga promo hingga batas waktu tertentu. Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui situs resmi penyelenggara.

Reporter: Ragil
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top