Bus Sekolah Gratis IWIP Mulai Beroperasi di Halmahera Tengah dan Timur, 7 Desa Terlayani

Penulis: Ragil  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 10:03:01 WIB
Lima unit bus sekolah gratis mulai beroperasi di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, melayani tujuh desa di dua kecamatan.

HALMAHERA TENGAH — Lima unit bus sekolah berkapasitas 17 dan 24 penumpang mulai melayani rute di dua kabupaten di Pulau Halmahera. Di Halmahera Tengah, bus menjangkau Desa Kobe, Sawai Itepo, dan Lukulamo di Kecamatan Weda Tengah. Sementara di Halmahera Timur, layanan mencakup Desa Jikomoi, Waijoi, Saolat, dan Minamin di Kecamatan Wasile Selatan.

Sebelum program ini hadir, siswa di daerah tersebut kerap terlambat masuk sekolah hingga 30 menit sampai satu jam. Mereka bergantung pada tumpangan kendaraan yang lewat, seperti mobil pick up atau bus Damri milik pemerintah daerah. Jika tidak ada kendaraan bersedia mengantar, mereka berjalan kaki menuju sekolah.

Rute dan Jadwal Bus Sekolah di Halmahera Tengah

Bus beroperasi setiap hari. Untuk rute Halmahera Tengah, penjemputan dimulai pukul 06.00 dari Gereja Immanuel Baru menuju titik penjemputan 2, lalu ke SMP N 17 Halmahera Tengah. Bus lainnya melayani dari SD Lukulamo ke SMP N 9 Halmahera Tengah dan SMK 2 Halmahera Tengah.

Penjemputan pulang sekolah dimulai pukul 13.00 dari SMP N 17 Halmahera Tengah ke titik penjemputan 2, lalu ke Gereja Immanuel Baru. Satu bus lagi menjemput dari SMP 9 Halmahera Tengah dan SMK 2 Halmahera Tengah menuju SD Lukulamo.

Jadwal di Halmahera Timur: Senin-Kamis dan Sabtu

Di Halmahera Timur, penjemputan pagi berlangsung pukul 06.00 hingga 06.30 dari Desa Jikomoi, Waijoi, Saolat, dan Minamin menuju Desa Nusa Jaya sebagai titik akhir di SMA N 4 Halmahera Timur, SMK 2 Halmahera Timur, dan SMP N 13 Wasile. Penjemputan pulang dimulai pukul 13.00 untuk hari Senin sampai Kamis dan Sabtu. Khusus hari Jumat, penjemputan dilakukan pukul 11.30 WIT.

Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub menyampaikan apresiasi atas bantuan bus sekolah tersebut. Menurutnya, kebutuhan transportasi di Kecamatan Wasile Selatan sangat mendesak karena jarak rumah siswa ke sekolah sangat jauh. “Ke depan, mudah-mudahan jalinan kerja sama dan dukungan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya dalam keterangan yang diterima redaksi.

Kepala Sekolah: Solusi Atas Keterlambatan Siswa

Kepala SMP N 17 Halmahera Tengah, Dedy C.H. Kaijely, menilai kehadiran bus sekolah menjadi solusi konkret atas persoalan transportasi yang menyebabkan banyak siswa terlambat. Ia menekankan perlunya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah desa untuk membangun kedisiplinan siswa agar hadir tepat waktu di titik penjemputan.

“Ini merupakan bentuk partisipasi nyata perusahaan dalam mendukung pendidikan. Kolaborasi ini sangat luar biasa dan semoga terus terjaga,” ujar Dedy.

Sementara itu, Kepala SMA N 4 Halmahera Timur, Afendi A. Gani, berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap perawatan armada bus yang kini telah diserahkan pengelolaannya kepada pemda. “Dengan adanya bus sekolah, siswa tidak lagi harus menunggu tumpangan kendaraan yang melintas atau bergantung pada orang tua untuk mengantar mereka ke sekolah,” tambahnya.

Seorang siswi kelas XII C SMA N 4 Halmahera Timur, Inggrit Herat, mengaku sangat senang dengan kehadiran bus sekolah. Sebelumnya, ia hampir setiap hari harus menumpang kendaraan yang lewat atau berjalan kaki untuk sampai ke sekolah. Kini, ia bisa berangkat bersama teman-temannya dan tiba di sekolah tepat waktu.

Reporter: Ragil
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top