NHM dan Pemkab Halmahera Utara Tanam Mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kao, Ini Komitmen ESG Perusahaan

Penulis: Fajar  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52:01 WIB
Wakil Direktur Operasi NHM Rara Dodo Lawolo (kiri) bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara Yudihart Noya menanam bibit mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kao, Halmahera Utara, Selasa (28/7).

HALMAHERA UTARA — Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Desa Kao di Halmahera Utara menjadi pusat peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan tersebut, Selasa (28/7).

Mengapa KEE Mangrove Desa Kao Dipilih?

Kawasan ini memiliki nilai ekologis yang tinggi. NHM menyebut ekosistem mangrove mampu menyerap emisi karbon, mencegah abrasi, dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menyerap emisi karbon, mencegah abrasi, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi penopang kehidupan masyarakat,” kata Wakil Direktur Operasi sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM Rara Dodo Lawolo dalam sambutannya.

Peran Komunitas Lokal dalam Pelestarian

NHM menggandeng Komunitas Green Kaidati sebagai pengelola kawasan KEE. Dukungan diberikan melalui program pembibitan mangrove dan pengembangan potensi ekowisata di masa depan.

Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, berharap kebutuhan bibit mangrove dari NHM, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, maupun pemangku kepentingan lainnya dapat dipenuhi oleh komunitas yang dipimpinnya. Menurutnya, permintaan bibit yang berkelanjutan akan membuka peluang usaha baru sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Dampak Ekologis bagi Keanekaragaman Hayati

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, Yudihart Noya, yang mewakili Bupati Halmahera Utara, menyampaikan bahwa pelestarian mangrove tidak hanya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, tetapi juga melindungi berbagai spesies yang hidup di dalamnya.

“Termasuk burung Mamua yang berkembang biak di kawasan ini,” kata Yudihart.

KEE Mangrove Desa Kao disebut mampu menyimpan karbon sekitar empat hingga sepuluh kali lebih besar per hektare dibandingkan hutan tropis. Kawasan ini juga menjadi habitat sekaligus lokasi pembiakan alami bagi berbagai jenis ikan, udang, burung, dan biota laut lainnya.

Apa Kata Pemkab Halmahera Utara?

Yudihart Noya mengapresiasi peran NHM sebagai tuan rumah peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Kegiatan bertema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” dinilai sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dalam memperkuat perlindungan ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati.

Rara Dodo Lawolo menegaskan, NHM terus berupaya mengimplementasikan prinsip ESG melalui program-program yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Reporter: Fajar
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top