Review Halo: Campaign Evolved untuk PS5 — Remake Kompeten, Tapi Ada Keputusan yang Bikin Fans Lama Mengernyit

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 22:09:02 WIB
Master Chief berhadapan dengan pasukan Covenant dalam campaign Halo: Combat Evolved yang dirilis untuk PlayStation 5.

MALUKU UTARA — Sebagai pemain yang sudah akrab dengan Halo sejak era Xbox pertama di tahun 2002, ekspektasi saya terhadap rilis perdana franchise ini di konsol Sony cukup tinggi. Ternyata, pengalaman bermainnya justru terasa sangat natural. DualSense terasa nyaman untuk menembak, dan Halo Studios berhasil membawa atmosfer khas Halo ke platform baru tanpa kehilangan jati dirinya. Namun, setelah menuntaskan 10 level utama plus 3 misi bonus, saya menemukan bahwa remake ini adalah paket yang solid namun ganjil — beberapa perubahannya terasa tepat sasaran, sebagian lainnya terkesan dipaksakan.

Perombakan Visual: Jauh Lebih Baik dari Anniversary Edition

Halo: Combat Evolved Anniversary 2011 sempat menuai kritik karena pilihan visualnya yang dianggap merusak atmosfer asli. Campaign Evolved jelas belajar dari kesalahan itu. Lingkungan di dalam Halo ring terlihat jauh lebih detail dan sinematik, dengan pencahayaan yang dramatis — terutama di level-level yang bernuansa horor.

Sayangnya, kualitas ini tidak konsisten. Karakter model di cutscene masih terkesan kaku dan jatuh ke lembah uncanny valley, dengan Cortana yang kembali berganti desain untuk kesekian kalinya. Performa juga menjadi catatan serius: di area luas dengan banyak musuh, frame rate bisa turun drastis hingga karakter tampak melompat-lompat di layar. Mode Graphics membantu mengatasi masalah ini, tetapi konsekuensinya adalah frame rate yang lebih rendah secara keseluruhan.

Level yang Didesain Ulang: Nuansa Horor yang Jauh Lebih Menekan

Perubahan paling signifikan ada di paruh kedua kampanye. Level Two Betrayals dan Keyes yang dulu terkenal repetitif karena menggunakan ulang aset dari misi sebelumnya, kini berdiri sendiri dan terasa segar. Alih-alih sekadar mengulang koridor yang sama, desain baru ini benar-benar menonjolkan elemen horor yang dulu hanya tersirat di versi 2001.

Flood, musuh parasit ikonik Halo, kini terasa jauh lebih mengancam. Formasi infection form bisa menyerbu dalam jumlah besar dan memberikan damage serius jika Anda lengah. Di beberapa titik, kombinasi jumlah musuh yang membludak dan amunisi yang menipis membuat progres terasa mencekam — bahkan di difficulty normal sekalipun. Ini adalah keputusan desain yang berani dan menurut saya berhasil.

Fitur Baru dan Konten Tambahan: Senjata Ikonik Kini Bisa Dipakai

Halo Studios menambahkan senjata yang tidak ada di rilis asli, seperti Energy Sword dan Fuel Rod Gun, serta membuat tank Wraith bisa dikendarai sepenuhnya. Ada juga 39 skull tersembunyi yang berfungsi sebagai modifier gameplay, dan 13 terminal lore yang memperkaya cerita. Tiga misi bonus prequel yang menampilkan Master Chief dan Sgt. Johnson juga tersedia, meskipun kaitannya dengan kanon Halo yang sudah ada terasa agak dipaksakan.

Namun, penambahan ini tidak diimbangi dengan perbaikan pada salah satu elemen paling ikonik dari game ini: Warthog. Kontrol kendaraan ini benar-benar dirusak. Handling-nya terasa berat, tidak responsif, dan justru membuat misi penutup yang seharusnya epik berubah menjadi pengalaman yang membuat frustrasi. Saya bahkan lebih memilih kontrol mobil di GTA 4 — dan itu bukan pujian.

Keputusan Kontroversial: Tanpa Multiplayer Kompetitif

Ini adalah kehilangan terbesar. Halo: Combat Evolved adalah game yang sukses besar bukan hanya karena kampanyenya, tetapi karena mode multiplayer split-screen-nya yang legendaris. Halo Studios beralasan ingin membuat remake ini berdiri sendiri dan tidak menggantikan "masterpiece" multiplayer aslinya. Alasan itu masuk akal, tetapi bagi pemain PS5 yang tidak punya akses ke game Halo lain, ini berarti mereka hanya mendapat setengah dari paket yang membuat franchise ini terkenal. Co-op lokal dan online tersedia, tetapi itu tidak menggantikan kompetisi PvP yang menjadi jantung komunitas Halo.

Kelebihan dan Kekurangan

  • Kelebihan: Visual overhaul yang signifikan dan atmosferik, desain ulang level paruh kedua yang berhasil, penambahan senjata dan kendaraan baru yang memperkaya gameplay, 3 misi bonus prequel sebagai nilai tambah.
  • Kekurangan: Tidak ada multiplayer kompetitif, kontrol Warthog yang buruk dan merusak pengalaman, frame rate tidak stabil di area padat, cutscene dengan karakter model yang uncanny.

Verdict: Untuk Siapa Game Ini Layak Dibeli?

Halo: Campaign Evolved adalah remake yang kompeten dan layak dimainkan, terutama bagi Anda yang belum pernah mencicipi kampanye Halo asli. Di harga USD 49, ini adalah cara terbaik untuk merasakan fondasi franchise FPS modern dengan standar visual 2026. Namun, bagi veteran yang sudah hafal setiap sudut level dan mencari pengalaman yang lebih dari sekadar nostalgia, beberapa perubahan desain dan keputusan menghilangkan multiplayer akan terasa seperti langkah mundur.

Game ini jelas bukan game wajib beli tahun ini, tetapi jika Anda penggemar sci-fi shooter dan penasaran dengan fenomena Halo, Campaign Evolved adalah tiket masuk yang layak. Rekomendasi saya: mainkan untuk kampanyenya yang solid, tapi jangan berharap banyak pada kendaraan atau mode kompetitifnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top