MALUKU UTARA — Kemenangan ini diraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Meski tampil dominan sejak menit awal, rapatnya pertahanan Timor Leste membuat skor tetap 0-0 hingga memasuki 15 menit akhir pertandingan. Keunggulan jumlah pemain sejak menit ke-20 setelah Jackson Fowler menerima kartu kuning kedua tidak langsung dimanfaatkan maksimal oleh skuad Garuda.
Rotasi yang dilakukan pelatih John Herdman usai jeda menjadi titik balik. Para pemain pengganti yang masuk justru menghidupkan serangan dan memecah kebuntuan yang sempat membuat pendukung Indonesia cemas.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-73. Umpan silang akurat dari Dony Tri Pamungkas disambut sundulan Shayne Pattynama yang menggetarkan gawang Timor Leste. Gol ini membuka ruang bagi Indonesia untuk menekan lebih leluasa.
Dua gol tambahan menyusul setelah itu. Tom Haye memperlebar keunggulan lewat eksekusi tendangan bebas yang indah, sebelum Mitchell Baker menuntaskan umpan matang Ragnar Oratmangoen di menit akhir. Rangkaian kontribusi pemain pengganti ini menjadi pembeda di Chonburi.
Penampilan Tom Haye layak disebut sebagai yang terbaik dalam laga ini. Selain mencetak gol dari bola mati, distribusi dan kreativitasnya menjadi orkestrator serangan Indonesia sepanjang pertandingan.
Di lini belakang, kapten Jordi Amat memimpin pertahanan dengan tenang. Ia mencatatkan 89 operan sukses, terbanyak dalam laga ini, sekaligus menjadi fondasi sirkulasi bola dari bawah. Kiper Cahya Supriyadi nyaris tidak bekerja keras karena minimnya ancaman berarti dari lawan.
Berdasarkan data Lapangbola.com, Indonesia menguasai 61 persen penguasaan bola. Wahyu Prasetyo juga tampil agresif dengan tiga tekel sukses untuk meredam manuver Timor Leste.
Kemenangan ini menjaga laju sempurna Indonesia di fase grup dan memperbesar peluang lolos ke babak berikutnya. Dengan enam poin dari dua pertandingan, Garuda tinggal butuh hasil konsisten di laga pamungkas untuk mengamankan posisi di puncak klasemen Grup A.