MALUKU UTARA — Kadar air jagung yang disalurkan tercatat rata-rata 13 persen, memenuhi standar penyerapan yang ditetapkan Bulog. Kegiatan ini melibatkan langsung Kapolsek Malausma IPDA Riyana, Bhabinkamtibmas Bripka Nena Sugiatna, serta Kepala Gudang Bulog Kabupaten Majalengka.
Kapolres Majalengka AKBP M Aldi Sulaiman melalui Kapolsek Malausma IPDA Riyana menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. "Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu petani memperoleh kepastian penyerapan hasil panen," ujarnya.
Kehadiran Polri di tengah proses distribusi hasil tani ini menjadi jembatan antara petani dan Bulog. Dengan begitu, para petani tidak perlu khawatir hasil panennya tidak terserap pasar dengan harga yang wajar.
Aksi penyaluran jagung ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program unggulan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Polri, melalui jajaran kewilayahan, hadir mendampingi masyarakat secara langsung, khususnya para petani, dari hulu hingga hilir.
IPDA Riyana menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergitas yang terjalin baik. "Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polri, pemerintah, dan masyarakat terus terjalin guna menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan," pungkasnya.
Bagi petani di Malausma, kepastian ini berarti stabilitas ekonomi. Mereka tidak lagi bergantung pada tengkulak atau fluktuasi harga pasar yang merugikan. Program ini memastikan hasil panen mereka terserap dengan standar kualitas yang jelas dan transparan.
Langkah Polsek Malausma ini menjadi contoh konkret bagaimana aparat keamanan berperan aktif dalam pembangunan sektor riil. Dukungan logistik dan pendampingan di lapangan seperti ini diharapkan mampu mendongkrak produksi jagung nasional dan mempercepat target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.