TERNATE — Junaidi Abas, warga setempat yang berada di lokasi, menuturkan api pertama kali terlihat setelah sekelompok orang memanjat pohon kelapa dan membakar daunnya. Ia menduga pelaku tidak menyangka api akan menjalar karena kondisi lahan sedang sangat kering.
"Ada orang naik kalapa, terus mereka bakar daun kalapa. Mungkin dia pikir api cuma sebatas itu, tapi karena sekarang lagi kekeringan, api langsung rembet," ujarnya.
Junaidi menjelaskan kobaran api menjalar hingga lebih dari satu kilometer dari titik awal. Area yang terbakar merupakan lahan perkebunan produktif milik warga, dengan pohon kelapa menjadi komoditas yang paling banyak hangus. Beberapa pohon besar di kawasan itu ikut terbakar.
"Kalapa yang sudah tinggi juga hangus. Banyak juga pohon-pohon besar yang terbakar," katanya.
Titik awal kebakaran berada sekitar 50 meter dari akses Jalan Tua menuju kawasan perkebunan. Meski api meluas cukup cepat, permukiman warga dipastikan aman dari jangkauan kobaran.
Pemadaman dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Saat kebakaran terjadi, banyak warga sedang melaksanakan kerja bakti di masjid, sehingga mereka dengan cepat bergegas menuju lokasi setelah mendapat kabar.
"Masyarakat yang tangani sendiri. Alhamdulillah waktu itu banyak orang lagi kerja bakti di masjid, jadi langsung ditelepon dan ramai-ramai datang bantu padamkan api," ungkap Junaidi.
Keterbatasan peralatan pemadaman membuat warga mengangkut air menggunakan sepeda motor dan kendaraan pikap. Pelepah kelapa yang dibasahi serta tanah dimanfaatkan untuk menghambat pergerakan api.
Hingga saat ini api telah berhasil dikendalikan dan tidak lagi meluas. Namun, warga tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi bara api yang tersisa kembali menyala.
"Alhamdulillah sekarang api sudah tidak melebar lagi, tapi warga masih siaga karena masih ada asap-asap di lokasi," tutup Junaidi.