Petir Sambar Stadion saat Golok FA Cup 2026, Eks Pemain Pattani FC Sofwan Awae Tewas

Penulis: Ragil  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 01:31:01 WIB
Petir menyambar Stadion Golok FA Cup 2026 saat laga semifinal, menewaskan pesepak bola Sofwan Awae.

MALUKU UTARA — Insiden nahas itu terjadi saat laga semifinal memasuki babak tambahan waktu. Cuaca di sekitar stadion dilaporkan memburuk dengan hujan deras dan angin kencang sebelum petir akhirnya menyambar area lapangan dan mengenai sejumlah pemain yang sedang bertanding.

Sofwan Awae Baru Bergabung dengan FC Yala

Korban meninggal adalah Sofwan Awae, pesepak bola berusia 24 tahun yang sebelumnya dikenal sebagai mantan pemain Pattani FC. Beberapa hari sebelum tragedi ini, ia resmi memperkuat FC Yala yang berlaga di Liga 3 Thailand. Ia sempat mengalami luka serius akibat sambaran petir sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Delapan atlet lainnya yang cedera akibat insiden yang sama kini mendapat penanganan medis intensif. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai kondisi terkini para korban selamat, namun kabar duka ini langsung memicu gelombang belasungkawa dari publik sepak bola Thailand.

Duka Mendalam FC Yala dan Dunia Sepak Bola Thailand

Melalui media sosial resminya, FC Yala menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Sofwan Awae. Ucapan duka juga mengalir deras dari para penggemar dan warganet yang merasa kehilangan atas kepergian pemain muda tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa cepatnya kondisi cuaca ekstrem dapat berubah menjadi malapetaka di lapangan terbuka.

Golok FA Cup 2026: Ajang Regional dengan Partisipasi Klub Malaysia

Golok FA Cup 2026 sendiri merupakan turnamen sepak bola tingkat regional yang mempertemukan klub-klub dari sejumlah provinsi di Thailand selatan, serta beberapa tim undangan dari Malaysia. Laga semifinal yang berlangsung Selasa malam itu seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda, namun berubah menjadi duka mendalam bagi sepak bola kawasan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, panitia pelaksana turnamen dan otoritas setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kelanjutan kompetisi pasca-insiden. Yang jelas, tragedi ini meninggalkan luka mendalam, khususnya bagi keluarga Sofwan Awae yang kehilangan putra kebanggaan mereka di usia yang masih sangat muda.

Reporter: Ragil
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top