DARUBA — Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, memimpin langsung rapat evaluasi kinerja PDAM pada Kamis (6/8/2026). Pertemuan ini dihadiri Direktur PDAM Hendra beserta jajaran manajemen dan menjadi respons atas laporan masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Dalam arahan yang disampaikan di kantor PDAM setempat, Rusli meminta perubahan menyeluruh, bukan sekadar perbaikan jangka pendek. Pembenahan harus menyentuh seluruh lini, termasuk manajemen, operasional perusahaan, kinerja pegawai, hingga sistem distribusi ke rumah pelanggan.
Salah satu poin yang ditekankan bupati adalah evaluasi terhadap seluruh jajaran pegawai PDAM. Mereka yang dinilai belum bekerja maksimal bakal menjadi perhatian khusus dalam proses pembenahan ini.
"Karena air adalah kehidupan dan kebutuhan besar bagi masyarakat Morotai, jadi setiap saat harus dikontrol. Pegawai PDAM harus bekerja maksimal," ujar Rusli dalam rapat tersebut.
Selain pembenahan internal, bupati juga meminta penguatan pengawasan terhadap jaringan distribusi air. Langkah ini diambil agar gangguan pelayanan yang kerap dikeluhkan warga bisa diminimalisir.
Rusli menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Pemerintah daerah tidak ingin masyarakat terus menerus menyampaikan keluhan soal pelayanan air.
"Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Pemerintah daerah tidak ingin masyarakat terus menyampaikan keluhan persoalan pelayanan air. Karena itu, penanganan PDAM harus dilakukan secara serius, cepat, dan terukur," tegasnya.
Bupati menekankan bahwa persoalan PDAM tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan langkah bersama yang mencakup pembenahan manajemen, peningkatan pengawasan, serta perbaikan sistem operasional secara berkelanjutan.
"Permasalahan PDAM tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan langkah bersama, pembenahan manajemen, serta perbaikan operasional agar pelayanan air bersih benar-benar dirasakan masyarakat," tandasnya.
Melalui evaluasi ini, Pemkab Pulau Morotai berharap PDAM mampu melakukan transformasi pelayanan. Targetnya, distribusi air bersih menjadi lebih optimal dan merata di seluruh wilayah kepulauan, sehingga kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi tanpa hambatan.